back to top
Kamis, Januari 22, 2026
23.9 C
Jakarta

Bursa Saham Asia Berguguran, Ulah Trump Soal Tarif Picu Kekhawatiran Global

STOCKWATCH.ID (TOKYO) Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik jatuh berguguran pada penutupan perdagangan Rabu (21/1/2026). Kondisi tersebut dipicu ancaman tarif baru Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Ia mengancam sejumlah negara yang menolak rencana pengalihan wilayah Greenland ke AS.

Mengutip CNBC International,. Indeks Nikkei 225 merosot 0,41% ke posisi 52.774,64 pada akhir perdagangan. Sementara itu, indeks Topix turun lebih dalam sebesar 0,99% ke level 3.589,7.

Pelemahan juga merembet ke Australia. Indeks S&P/ASX 200 tercatat turun 0,37% dan parkir di level 8.782,9. Pasar modal Korea Selatan menunjukkan hasil beragam. Indeks Kospi naik 0,49% ke 4.909,93, namun indeks Kosdaq anjlok 2,57% ke posisi 951,29.

Di wilayah China, indeks Hang Seng Hong Kong masih mampu menguat 0,37% ke level 26.585,06. Indeks Shanghai Composite juga naik tipis 0,08% menjadi 4.116,94. Adapun indeks CSI 300 ditutup stagnan pada posisi 4.723,07.

Ketegangan pasar bermula dari pernyataan Presiden Donald Trump pada Sabtu lalu. Ia menyebut ekspor dari delapan negara Eropa akan menghadapi tarif 10% mulai 1 Februari mendatang. Tarif tersebut bakal naik menjadi 25% per 1 Juni jika perundingan penyerahan Greenland yang kaya mineral ke AS gagal.

Trump turut mengancam pengenaan tarif 200% untuk produk anggur dan sampanye asal Prancis. Langkah ini muncul setelah laporan Presiden Emmanuel Macron enggan bergabung dalam “Dewan Perdamaian” usulannya.

Selain itu, Trump melontarkan kritik pedas terhadap Inggris. Ia menyoroti rencana Inggris mengalihkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius. Trump menyebut langkah tersebut sebagai “tindakan kebodohan besar”. Ia menjadikan hal itu alasan tambahan untuk mengakuisisi Greenland demi keamanan nasional.

Para pemimpin Eropa bereaksi keras terhadap gertakan Trump. Mereka melabeli ancaman tarif terbaru sang Presiden sebagai tindakan “tidak dapat diterima”. Saat ini negara-negara Eropa sedang mempertimbangkan langkah balasan ekonomi.

Prancis kabarnya mendesak Uni Eropa segera bertindak. Mereka ingin menggunakan Instrumen Anti-Koersi sebagai alat respons ekonomi terkuat. Eskalasi ini membuat para pelaku pasar khawatir akan terjadinya perang dagang baru.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Melambung, Dow Jones Melejit 600 Poin Usai Trump Batalkan Tarif Eropa

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Eropa Ditutup Beragam Usai Pidato Trump di Davos, Saham Tambang Melonjak

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada...

Greenland Jadi Rebutan, Parlemen Eropa Bakal Bekukan Kesepakatan Tarif AS-Eropa

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Parlemen Eropa berencana menunda persetujuan kesepakatan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru