STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak rekor sejarah baru dengan menembus level USD 4.800 per ons pada perdagangan Rabu (21/1/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (22/1/2026) WIB. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global. Salah satunya adalah ambisi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menguasai Greenland.
Mengutip CNBC International, kondisi tersebut mendorong investor memburu aset aman (safe-haven). Harga emas di pasar spot melonjak 1,6% ke level USD 4.838,91 per ons. Pada sesi perdagangan yang sama, harga emas bahkan sempat menyentuh titik tertinggi di level USD 4.887,82.
Peningkatan juga terjadi pada kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari. Harga komoditas ini naik 1,7% menjadi USD 4.844,20 per ons. Situasi dunia saat ini dinilai menjadi momentum yang sangat tepat bagi penguatan harga logam mulia.
Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Bob Haberkorn menilai ada sedikit ketakutan kehilangan peluang dalam perdagangan ini. “Mengingat situasi geopolitik di dunia, ini adalah badai yang sempurna untuk kenaikan harga emas dan perak saat ini,” ujar Bob.
Sementara itu, pasar saham AS perlahan pulih setelah sempat mengalami aksi jual tertajam dalam tiga bulan terakhir. Para pelaku pasar sedang mencerna isi pidato Trump di Davos. Dalam pidatonya, Trump menyebut Eropa sedang menuju arah yang salah. Namun, ia memastikan tidak akan menggunakan kekerasan untuk mengakuisisi Greenland.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh sidang di Mahkamah Agung AS. Persidangan ini terkait upaya Trump memecat Gubernur Federal Reserve Lisa Cook. Kasus tersebut menjadi ujian berat bagi independensi bank sentral AS.
Berdasarkan jajak pendapat Reuters, mayoritas ekonom memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan menahan suku bunga acuan selama kuartal ini. Kebijakan tersebut kemungkinan berlanjut hingga masa jabatan Jerome Powell berakhir pada Mei mendatang. Suku bunga rendah cenderung menguntungkan emas karena aset ini tidak memberikan bunga atau imbal hasil.
Di sisi lain, harga perak di pasar spot terkoreksi ke level USD 93,5 per ons. Sebelumnya, harga perak sempat menyentuh rekor tertinggi di posisi USD 95,87 pada Selasa.
Ahli Strategi Komoditas ANZ, Soni Kumari melihat potensi kenaikan harga perak ke angka tiga digit sangat mungkin terjadi. “Kenaikan perak ke angka tiga digit terlihat sangat mungkin mengingat momentum harga yang kita lihat, namun ini tidak akan menjadi langkah satu arah. Mungkin ada koreksi harga dan volatilitas bisa lebih tinggi,” kata Soni.
Untuk logam mulia lainnya, harga platina naik 2,5% menjadi USD 2.524,75 per ons. Harga paladium justru turun tipis 0,3% ke level USD 1.859,50 per ons setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam sepekan.
