back to top
Kamis, Januari 22, 2026
24.3 C
Jakarta

TRIN Beberkan Detail Penambahan Saham Keponakan Presiden Prabowo Melalui Dua Perusahaan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) mengungkap mekanisme penambahan kepemilikan saham oleh Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, keponakan Presiden Prabowo Subianto, sebagai investor strategis.. Emiten properti ini menjelaskan transaksi tersebut melibatkan dua kendaraan investasi berbeda guna memperkuat posisi sang Komisaris Utama.

Direktur Utama TRIN, Ishak Chandra, menyebut penambahan kepemilikan Putri dari Hashim Djojohadikusumo ini dilakukan melalui PT Raksaka Satya Devya (RSD) dan PT Rada Saraswati Surya (RSS). Saat ini, RSD mengantongi 4% saham sebagai kepemilikan tidak langsung. Sedangkan RSS memegang 1% saham secara langsung.

“Harga transaksi penambahan kepemilikan saham akan dilakukan dengan mengacu pada harga yang disepakati oleh para pihak sebagaimana diatur dalam perjanjian, dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal,” ujar Ishak dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (22/1/2026).

Pelaksanaan transaksi ini direncanakan berlangsung secara bertahap. Tahap I telah terlaksana pada 16 Desember 2025 lalu. Pihak yang bertindak sebagai penjual saham adalah PT Kunci Daud Indonesia (KDI) dan PT Intan Investama Internasional (III).

Struktur pengurus pada kedua kendaraan investasi tersebut juga telah dipastikan. PT Raksaka Satya Devya (RSD) dipimpin oleh Rizky Emirdhani Utama dan Nicholas sebagai Direktur, serta Rifki Pratomo selaku Komisaris. Sementara PT Rada Saraswati Surya (RSS) dipimpin Philip Cahyono sebagai Direktur dan Michel Budi Wirjatmo sebagai Komisaris. Pemegang saham RSS terdiri atas Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo dan PT Tiga Pilar Karang.

Langkah strategis ini berdampak pada komposisi pemegang saham publik. Saham Free Float TRIN melonjak menjadi 22,26% per 31 Desember 2025 dari sebelumnya 13,59% pada November 2025. Kenaikan ini setara dengan 338.587.933 lembar saham.

Pihak manajemen menegaskan kepemilikan RSD dan RSS masuk dalam kategori saham masyarakat di bawah 5%. Status kepemilikan ini bersifat minoritas dan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pengelolaan perseroan secara langsung.

Di sisi lain, porsi kepemilikan pengendali mengalami penurunan. Per 15 Januari 2026, saham KDI menyusut menjadi 35,79% dan III menjadi 27,28%. Total kepemilikan pengendali kini berada di level 63,07%, turun dari posisi November 2025 yang mencapai 72,07%.

Terkait arah bisnis ke depan, TRIN fokus pada penguatan visi dan optimalisasi potensi. Perusahaan mengarahkan pengembangan pada portofolio green development, logistics park, data center, hingga ultra-luxury hospitality.

“Penguatan visi dan optimalisasi potensi Ibu Rahayu difokuskan pada kontribusi strategis dalam membantu memperbaiki Struktur Permodalan dan penajaman arah pengembangan bisnis Perseroan,” tambah Ishak.

Manajemen juga mengklarifikasi isu mengenai pergerakan harga saham sebelum pengumuman resmi. Hasil analisa internal menunjukkan tidak ada kebocoran informasi kepada publik. Kenaikan harga saham dinilai murni sebagai respon pasar terhadap dinamika perdagangan dan sentimen secara umum.

Hingga saat ini, perseroan belum memiliki kebijakan tertulis mengenai blackout period bagi pihak internal. Namun, TRIN berkomitmen menjaga kepatuhan terhadap aturan pasar modal guna memastikan transparansi bagi seluruh investor.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Diversifikasi Bisnis, MPXL Dirikan Anak Usaha Bidang Perdagangan Bahan Bakar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT MPX Logistic International Tbk (MPXL) melalui...

Rahayu Saraswati Perkuat TRIN, Bidik Green Property hingga Data Center

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN)...

Saham Free Float TRIN Melompat Jadi 22,26%, Ini Penjelasan Manajemen

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru