STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Simon Hendiawan, Direktur PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT) menambah porsi kepemilikan dengan memborong sebanyak 1.600.000 lembar (0,034%) saham emiten perdagangan besar logam untuk bahan konstruksi, seperti mur dan baut tersebut pada tanggal 21 Januari 2026.
Seperti dikutip dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 22 Januari 2026, Simon Hendiawan membeli saham BAUT seharga Rp60 per lembar senilai Rp96 miliar. Adapun tujuan transaksi adalah investasi pribadi seiring keyakinan atas prospek usaha Perseroan yang baik di masa mendatang.
Setelah pembelian saham tersebut, porsi kepemilikan Simon Hendiawan terhadap BAUT meningkat menjadi 6,030,000 unit atau 0,125%. Sebelum transaksi, Simon mengempit 4.430.000 unit atau setara dengan 0,092% saham.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 22 Januari 2026, saham BAUT tercatat di Rp56 per unit, tidak berubah dibandingkan sehari sebelumnya. Selama periode perdagangan sepekan, harga saham BAUT telah meningkat sebesar 5,66%, dari posisi Rp53 per saham menjadi Rp56 per saham.
Pada 2025, BAUT menargetkan pendapatan dan laba kotor, masing-masing sebesar Rp160,60 miliar dan Rp38.06 miliar. Target kinerja pendapatan dan laba ini didukung perluasan pasar, efisiensi operasional dan kontrol biaya, peningkatan kompetensi SDM, strategi digital, optimalisasi manajemen persediaan, serta peningkatan sistem monitoring kinerja dan pengambilan keputusan.
PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT) menyediakan berbagai jenis dan merek mur dan baut untuk berbagai kebutuhan industri. Perusahaan juga merupakan pemasok utama merek PATTA di Indonesia. Perusahaan ini dimulai pada tahun 2016 melalui peluncuran RJ Steel, waralaba mur dan baut pertama di Indonesia.
Saat ini, terdapat lebih dari 20 gerai RJ Steel di kota-kota besar di Indonesia. Perusahaan juga telah memperluas bisnis ke pengguna akhir di berbagai industri dan membangun pabrik untuk memenuhi permintaan pasar. (konrad)
