STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Gilarsi Wahju Setijono, Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menjual 12.500.000 lembar saham emiten perdagangan dan manufaktur kendaraan listrik serta perdagangan suku cadang kendaraan listrik itu melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 Januari 2026.
Disebutkan dalam laporan keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 23 Januari 2026, Gilarsi Wahju Setijono menjual saham VKTR di kisaran harga Rp1.030-Rp1.040 per lembar dengan nilai mencapai Rp13 miliar. Tujuan transaksi adalah divestasi dengan status kepemilikan saham langsung.
Setelah penjualan tersebut, kepemilikan Gilarsi Wahju Setijono atas VKTR turun menjadi 12.500.000 lembar atau setara 0,03% , dari sebelumnya sebanyak 25.000.000 lembar saham atau sekitar 0,06%.
Dari sisi keuangan, VKTR mencatat pendapatan bersih sebesar Rp717 miliar pada kuartal III 2025, tumbuh 11% dari Rp646 miliar pada periode yang sama tahun 2024. Meski pendapatan meningkat, laba bersih Perseroan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk anjlok 89% menjadi Rp1,1 miliar pada kuartal III 2025, jika dibandingkan Rp10,6 miliar pada kuartal III 2024.
Hingga pukul 15.30 WIB perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jumat 23 Januari 2026, saham VKTR turun 6,69% menjadi Rp1.115 per unit dibanding sehari sebelumnya. Selama perdagangan sepekan, harga saham VKTR telah meningkat 16,01%, yakni dari posisi Rp1.030 per saham menjadi Rp1.195 per saham.
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) merupakan perusahaan yang didirikan pada tahun 2007 sebagai PT Bakrie Steel Industries. Pada awalnya, perusahaan tersebut berfokus pada penjualan kendaraan dan distribusi komponen logam lainnya.
Perusahaan ini kemudian berganti nama pada tahun 2022. Adapun fokus bisnis Perseroan pun berganti menjadi perdagangan dan manufaktur kendaraan listrik serta perdagangan suku cadang kendaraan listrik. (konrad)
