STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Mitra Pack Tbk (PTMP) berencana melepas seluruh kepemilikan saham di anak usahanya. Selain divestasi, emiten yang bergerak di bidang industri pengemasan tersebut bakal membeli sejumlah aset strategis.
PTMP akan menjual 1.457.280.000 saham PT Master Print Tbk (PTMR). Porsi tersebut setara 76,42% dari modal ditempatkan dan disetor PTMR. Pembeli saham ini adalah Deep Source Pte. Ltd., perusahaan asal Singapura.
Nilai transaksi penjualan saham tersebut mencapai Rp141,35 miliar. Manajemen menyebut langkah ini bagian dari optimalisasi portofolio investasi perseroan.
“Rencana Transaksi ini dilaksanakan berdasarkan pertimbangan komersial yang wajar (arm’s length transaction) dengan memperhatikan hasil penilaian kewajaran dari pihak independen serta prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan aset dan liabilitas,” tulis manajemen PTMP dalam keterbukaan informasi, dikutip Sabtu (24/1/2026).
Selain divestasi, PTMP juga merencanakan pembelian aset. Perseroan akan membeli aset tetap milik Ardi Kusuma senilai Rp37,43 miliar.
Transaksi tersebut masuk kategori transaksi afiliasi. Ardi Kusuma menjabat Direktur Utama sekaligus pengendali PTMP.
PTMP juga berencana membeli aktiva dan kewajiban milik PTMR senilai Rp102,18 miliar. Langkah ini ditujukan untuk menyatukan pengelolaan bisnis dan aset agar lebih terintegrasi di bawah kendali langsung PTMP.
Direktur PTMP Edward Kusuma menyampaikan rangkaian transaksi ini diharapkan memperkuat struktur keuangan perseroan. Aksi ini juga dinilai membantu perusahaan fokus pada kegiatan usaha strategis serta menyederhanakan struktur organisasi agar lebih efisien.
Seluruh rencana transaksi material tersebut memerlukan persetujuan pemegang saham. PTMP menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 3 Maret 2026. Pengumuman agenda rapat telah disampaikan pada 23 Januari 2026.
Berdasarkan laporan penilaian KJPP Syarif, Endang & Rekan per 13 Januari 2026, rencana transaksi ini dinilai wajar. Manajemen PTMP menilai aksi korporasi tersebut tidak berpotensi mengganggu kelangsungan usaha perseroan ke depan.
