STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Ikatan Alumni Santa Ursula Jalan Pos Jakarta (ISP) menggelar bakti sosial (baksos) kesehatan mata berskala besar. Aksi kemanusiaan ini menyentuh lebih dari 650 orang penerima manfaat. Kegiatan tersebut meliputi operasi katarak gratis dan pembagian kacamata tanpa biaya.
Selama tiga tahun terakhir, program ini telah membantu lebih dari 250 masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, ISP membagikan 424 kacamata gratis bagi warga Tangerang Selatan pada akhir tahun 2025.
Puncak baksos katarak tahun ini berlangsung pada Minggu, (25/1/2026). Sebanyak 80 pasien yang lolos skrining kesehatan menjalani operasi di RS Sint Carolus Jakarta. Mereka merupakan bagian dari 120 pendaftar yang masuk melalui jalur media sosial dan grup WhatsApp ISP.
Inge Setiawati, Ketua Ikatan Alumni Santa Ursula Jalan Pos Jakarta/ISP, menjelaskan latar belakang aksi ini. Ia ingin kehadiran ikatan alumni bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
“Sebagai ikatan alumni, ISP tidak ingin hanya melakukan kegiatan yang dirasakan manfaatnya bagi internal keluarga besar/alumni Santa Ursula saja, namun juga yang lebih berdampak dan dirasakan langsung manfaatnya bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan,” ujar Inge di Jakarta, Minggu (25/1/2026).
Inge menambahkan penglihatan menjadi fokus utama karena fungsinya yang vital. “Baksos Operasi Katarak dan Baksos Kacamata menjadi pilihan kami, karena mata merupakan organ vital yang sangat berpengaruh dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Melalui Baksos ini kami berharap dapat membuka akses lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan dan juga meningkatkan kualitas hidup mereka yang sebelumnya menderita gangguan penglihatan,” lanjutnya.
Dr. Astrianda Suryono, Sp.M (K), Sekretaris Perdami DKI Jakarta, mengungkapkan katarak menjadi pemicu utama kebutaan di tanah air. Merujuk data Kemenkes tahun 2016, sebanyak 1,3 juta penduduk menderita kebutaan akibat katarak. Angka ini mencapai 81,2% dari total kasus kebutaan di Indonesia. Kondisi geografis Indonesia sebagai negara khatulistiwa meningkatkan risiko paparan sinar matahari penyebab katarak.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari RS Sint Carolus Jakarta dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) wilayah DKI Jakarta. Pihak rumah sakit menyediakan fasilitas medis, sementara Perdami bertindak sebagai tenaga pelaksana.
Sr. Jacqueline, CB, Direktur Keperawatan RS Sint Carolus Jakarta, menyambut baik kolaborasi tahunan ini. “Kami menyambut baik kerja sama dengan Ikatan Alumni Santa Ursula Jalan Pos Jakarta/ISP dalam menyelenggarakan Baksos Operasi Katarak yang sudah berlangsung selama tiga tahun ini. Acara Baksos ini merupakan bentuk kontribusi sosial RS Sint Carolus bagi masyarakat yang membutuhkan. Secara khusus keterlibatan dalam baksos ini juga merupakan suatu bentuk ucapan syukur kami karena tahun ini RS St. Carolus berulang tahun yang ke 107 tahun,” tuturnya.
Apresiasi juga datang dari Sr. Moekti K. Gondosasmito OSU, Ketua II Yayasan Satya Bhakti. Ia bangga para alumni tetap memegang teguh nilai-nilai sekolah.
“Sebagai pendidik, saya bangga melihat para alumni Santa Ursula ini senantiasa memegang semangat ‘Serviam’, yang berarti ‘Saya Mengabdi’ dan tetap konsisten menerapkannya dalam kehidupan keseharian setelah mereka lulus sekolah. Saya berharap apa yang dilakukan para alumni melalui ISP benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” kata Sr. Moekti.
Pasien yang mengikuti operasi katarak ini wajib memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Setelah operasi, para pasien harus menjalani kontrol pada hari pertama dan ketujuh. Langkah ini untuk memastikan kesembuhan mata berjalan optimal.
ISP tidak hanya berfokus pada kesehatan mata. Dalam tiga tahun terakhir, mereka rutin menyantuni panti asuhan, panti jompo, hingga kursus menjahit. Saat ini, mereka juga menggalang dana “Aksi Sumatera” untuk membantu pemulihan sektor pendidikan pascabencana banjir bandang dan longsor.
