STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (23/1/2026) waktu setempat. Para investor tengah mencerna berbagai peristiwa di Davos. Salah satunya pidato tajam Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengenai kondisi benua Eropa.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 berakhir turun 0,2% ke posisi 608,34. Sebagian besar bursa utama di kawasan tersebut berada di zona merah. Indeks CAC 40 Perancis terkoreksi 0,07% ke level 8.143,05. FTSE MIB Italia merosot 0,58% ke posisi 44.831,60.
Indeks FTSE 100 Inggris turun tipis 0,07% ke level 10.143,44. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol terpangkas 0,67% ke posisi 17.544,40. Hanya DAX Jerman yang mampu menguat 0,18% ke level 24.900,71.
Sentimen pasar tertekan oleh pernyataan Zelenskyy di World Economic Forum (WEF). Ia mengkritik respons para pemimpin Eropa terhadap ancaman geopolitik. Zelenskyy menuding Eropa kehilangan arah karena sibuk meyakinkan Donald Trump untuk mendukung mereka.
Zelenskyy juga mengumumkan rencana pertemuan trilateral di Uni Emirat Arab. Pertemuan ini melibatkan Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat (AS). Tujuannya untuk membahas upaya mengakhiri perang.
Investor juga menyoroti pembentukan “Board of Peace” oleh Trump. Lembaga ini awalnya dirancang untuk mengawasi pembangunan kembali Gaza. Namun, Trump memproyeksikan lembaga ini bisa menyaingi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan sekutu AS.
Ketegangan di Timur Tengah ikut memanas. Trump menyatakan AS telah mengirim armada kapal menuju Iran. Hal ini merespons tindakan keras pemerintah setempat terhadap demonstran.
“Kami memiliki banyak kapal yang menuju ke arah sana, untuk berjaga-jaga … Saya lebih suka tidak melihat apa pun terjadi, tetapi kami mengawasi mereka dengan sangat cermat,” ujar Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One.
Kabar ini mendorong harga minyak mentah Brent naik 2,9% pada Jumat. Saham sektor minyak dan gas di Eropa ikut terdongkrak 1,3%. Co-CEO JP Morgan EMEA, Conor Hillery menilai situasi ini sangat menguntungkan dunia usaha. “Sangat baik untuk bisnis,” ucapnya.
Di sisi korporasi, saham Ericsson melonjak 10,5% di bursa Stockholm. Raksasa telekomunikasi Swedia ini melaporkan laba inti yang melampaui ekspektasi pasar. Perusahaan juga merencanakan aksi pembelian kembali saham senilai 15 miliar krona Swedia atau setara 1,7 miliar USD.
Presiden dan CEO Ericsson, Börje Ekholm optimistis terhadap prospek perusahaan. “Pasar misi kritis dan perusahaan, di mana kami berada di posisi yang baik, diharapkan tumbuh. Dalam lingkungan ini, kami berencana meningkatkan investasi di bidang pertahanan selama 2026 sambil terus mengoptimalkan basis biaya kami untuk mendukung margin dan menghasilkan arus kas,” jelasnya.
Saham perusahaan pertahanan Czechoslovak Group (CSG) juga meroket 31,4% pada debut perdananya di Amsterdam. Sementara itu, saham Ubisoft naik tipis 2,6%. Sebelumnya saham pembuat game ini sempat anjlok hingga 34% akibat pengumuman restrukturisasi besar-besaran.
Dari sisi ekonomi, aktivitas bisnis Jerman menunjukkan pertumbuhan pada Januari. Indeks Manajer Pembelian (PMI) komposit HCOB naik ke level 52,5. Angka ini lebih tinggi dari posisi Desember sebesar 51,3. Sektor jasa menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Jerman saat ini.
