back to top
Selasa, Januari 27, 2026
27.2 C
Jakarta

Investor Wajib Waspada! BEI Pantau Ketat 6 Saham Ini Akibat Pergerakan Liar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menaruh perhatian khusus terhadap enam saham emiten pada perdagangan hari ini. Otoritas bursa menginformasikan terjadi peningkatan harga dan pola transaksi di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, menyampaikan pengumuman tersebut dalam keterbukaan informasi. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan bagi para investor di pasar modal.

Keenam saham yang masuk radar pantauan bursa adalah PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI), dan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK). Selain itu, terdapat pula saham PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO), PT Sumber Global Energy Tbk (SGER), serta PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML).

Yulianto menegaskan status UMA ini bukan berarti ada pelanggaran hukum. Status tersebut merupakan sinyal agar investor lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” ujar Yulianto dikutip Selasa (27/1/2026).

BEI saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi pada saham-saham tersebut. Para investor diharapkan memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa.

Untuk saham INDY, informasi terakhir yang dipublikasikan pada 14 Januari 2026 mengenai pendirian perusahaan oleh anak usaha. Sementara itu, LMPI terakhir kali memberikan penjelasan atas volatilitas transaksi pada 22 Januari 2026.

Emiten PACK juga masuk radar setelah menyampaikan tambahan informasi terkait rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) pada 23 Januari 2026. Adapun TFCO terakhir melaporkan registrasi pemegang efek pada 9 Januari 2026.

SGER dipantau akibat indikasi pola transaksi tidak wajar. Informasi terakhir dari perusahaan ini adalah laporan penggunaan dana hasil penawaran umum pada 15 Januari 2026. Terakhir, BSML masuk daftar UMA setelah melaporkan transaksi penting terkait aset pada 12 Januari 2026.

Investor juga diminta mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan yang belum mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Segala kemungkinan yang timbul di kemudian hari harus menjadi pertimbangan sebelum bertransaksi.

Harga Saham

Enam saham tersebut bergerak variatif pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026. INDY ditutup menguat 1,62% atau naik Rp60 ke Rp3.760. Saham ini dibuka di Rp3.760, bergerak di kisaran Rp3.620–Rp3.760, dan mencatat volume transaksi 49,51 juta saham. Harga penutupan sebelumnya Rp3.700. Sepanjang tahun berjalan, INDY menyentuh level tertinggi Rp3.760 dan terendah Rp2.240. Dalam 52 minggu terakhir, harga bergerak di rentang Rp905–Rp3.840. Kapitalisasi pasar tercatat Rp19,59 triliun.

LMPI melonjak 24,75% atau naik Rp50 ke Rp252. Saham ini dibuka di Rp252, bergerak di kisaran Rp230–Rp252, dengan volume transaksi 6,39 juta saham. Harga penutupan sebelumnya Rp202. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi berada di Rp252 dan terendah Rp137. Dalam 52 minggu terakhir, harga bergerak di kisaran Rp97–Rp252. Kapitalisasi pasar mencapai Rp254,15 miliar.

PACK menguat 9,73% atau naik Rp55 ke Rp620. Saham ini dibuka di Rp620 dan bergerak stabil di level tersebut sepanjang sesi. Volume transaksi tercatat 5,73 juta saham. Harga penutupan sebelumnya Rp565. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi Rp3.280 dan terendah Rp272. Dalam 52 minggu terakhir, harga berada di rentang Rp272–Rp4.970. Kapitalisasi pasar tercatat Rp990,39 miliar.

TFCO naik 9,84% atau bertambah Rp95 ke Rp1.060. Saham ini dibuka di Rp1.060 dan bertahan di level tersebut hingga penutupan. Volume transaksi tercatat 78,4 ribu saham. Harga penutupan sebelumnya Rp965. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi Rp1.060 dan terendah Rp500. Dalam 52 minggu terakhir, harga bergerak di kisaran Rp492–Rp1.060. Kapitalisasi pasar mencapai Rp5,11 triliun.

SGER melemah 3,05% atau turun Rp20 ke Rp635. Saham ini dibuka di Rp655, sempat menyentuh tertinggi Rp670 dan terendah Rp615. Volume transaksi mencapai 25,77 juta saham. Harga penutupan sebelumnya Rp655. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi Rp655 dan terendah Rp418. Dalam 52 minggu terakhir, harga bergerak di rentang Rp248–Rp670. Kapitalisasi pasar tercatat Rp9,90 triliun.

BSML menguat tipis 0,68% atau naik Rp2 ke Rp294. Saham ini dibuka di Rp292, bergerak di kisaran Rp288–Rp296, dengan volume transaksi 24,40 juta saham. Harga penutupan sebelumnya Rp292. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi Rp294 dan terendah Rp258. Dalam 52 minggu terakhir, harga berada di rentang Rp64–Rp298. Kapitalisasi pasar mencapai Rp543,97 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Hati-hati Riset Sekuritas “Titipan”, BEI Ingatkan Investor Ritel Harus Kritis

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menekankan pentingnya...

IHSG Pagi Ini Geser ke Zona Merah, Turun 0,64% Terbebani Saham-Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah di...

Hari Ini, Indah Kiat (INKP) Lunasi Obligasi Seri A dan Sukuk Seri B Tahun 2023 Rp1,41 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Indah Kiat Pulp & Paper...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru