STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) akhirnya buka suara terkait kabar akuisisi oleh Sinar Mas Group. Isu ini sempat memicu tanda tanya besar di kalangan investor pasar modal.
Dalam paparan publik insidentil di Jakarta, Selasa (26/1/2026), manajemen membantah keras wacana tersebut. Pihak perusahaan mengaku terkejut dengan beredarnya kabar rencana pengambilalihan saham perseroan.
“Apakah ada wacana Sinar Mas ambil PBSA? Wah, ini saya sendiri agak kaget nih berita dari mana, gitu ya,” ujar Manajemen PBSA menanggapi pertanyaan investor.
Selama ini, Sinar Mas Group memang dikenal sebagai klien utama bagi PBSA. Hubungan kerja sama kedua belah pihak bersifat murni profesional di bidang jasa konstruksi. Perseroan banyak menangani proyek-proyek strategis milik PT SMART Tbk yang merupakan bagian dari Sinar Mas.
Manajemen menegaskan tidak ada pembicaraan serius mengenai proses akuisisi. Menurutnya, skala bisnis Sinar Mas Group berada jauh di luar jangkauan perusahaan saat ini.
“Sinar Mas dalam hal ini adalah klien utama kami ya, tetapi kami murni adalah cuma jasa konstruksi terhadap usaha-usaha daripada PT SMART Tbk. Jadi saya rasa kita tidak ada pembicaraan, apalagi dihubungkan dengan akuisisi. Ini sepertinya di luar jangkauan kami, Pak, terlalu besar untuk kami,” jelas manajemen.
Isu akuisisi ini kembali ditekankan kepada pihak investor yang hadir. Manajemen kembali menegaskan posisi perusahaan yang tidak sedang dalam proses pendekatan bisnis untuk dijual.
“Sinar Mas itu kayaknya kebesaran Pak buat kami Pak. Saya apa tidak ada ada namanya pendekatan kepada bisnis akuisisi,” tambahnya lagi.
Selain rumor akuisisi, muncul pertanyaan mengenai status PBSA sebagai kontraktor infrastruktur tetap bagi grup tersebut. Manajemen memastikan Sinar Mas Group merupakan pemberi kerja utama atau anchor customer. Namun, posisi tersebut tidak lantas merubah status perusahaan menjadi bagian dari grup tersebut.
“Oh tidak ada pembicaraan ke sana, Pak. Jadi kami murni adalah rekanan mereka, bukan rekanan lah jadi Sinar Mas adalah salah satu bowheer kami yang utama lah gitu, anchor customer kami lah Pak gitu,” tegas pihak manajemen.
Sejauh ini, kolaborasi kedua pihak terjalin sangat erat. Manajemen PBSA mengaku mendapat banyak pelajaran dari standar kerja PT SMART Tbk. Ia menilai perusahaan produsen minyak sawit (CPO) tersebut sangat berhati-hati dan teliti dalam operasionalnya.
“Dari sana juga kami banyak belajarlah dari Sinar Mas itu proyek-proyeknya karena karena menurut saya itu SMART itu salah satu perusahaan CPO yang sangat prudent juga ya. Jadi sampai sekarang kami hubungan sangat baik dan juga ya artinya berhubungan baik tetapi belum ada pembicaraan untuk dirangkul atau seperti itu. Ya prinsipnya kami jalan beriringan, gitu,” tutupnya.
