back to top

Kesepakatan ‘Mother of All Deals’ Uni Eropa-India Dorong Bursa Saham Eropa Menghijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (27/1/2026) waktu setempat. Pergerakan ini merespons kesepakatan perdagangan bersejarah antara Uni Eropa dan India. Investor juga bersiap menyambut laporan keuangan sejumlah perusahaan besar pekan ini.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,58% ke posisi 613,11. Mayoritas sektor dan bursa utama di kawasan tersebut berada di zona hijau. Indeks CAC 40 Perancis naik 0,27% ke level 8.152,82. FTSE MIB Italia melonjak 1,09% ke posisi 45.440,44.

Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,58% ke level 10.207,80. DAX Jerman turun tipis 0,15% ke posisi 24.894,44. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 0,70% ke level 17.804,10.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan India dan Uni Eropa telah menyelesaikan perjanjian perdagangan bebas bersejarah. Kesepakatan ini dijuluki sebagai “induk dari semua kesepakatan” (mother of all deals). Perjanjian tersebut mewakili sekitar 25% produk domestik bruto global dan sepertiga perdagangan dunia.

Sektor perbankan Eropa mencatatkan performa gemilang. Indeks Stoxx Europe 600 Banks mencapai titik tertinggi sejak 2008 dengan kenaikan 1,8% ke level 374,71. Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan akses pasar jasa India bagi perusahaan Inggris dan Uni Eropa.

Saham HSBC yang tercatat di London melonjak 2,8% ke rekor tertinggi. BNP Paribas naik 1,8% dan turut mencetak rekor baru. Langkah serupa diikuti oleh Banco Santander yang menguat lebih dari 1%. Saham UBS dan Deutsche Bank juga mencatatkan pertumbuhan nilai.

Di sisi lain, saham produsen sepatu Inggris, Dr Martens, anjlok 11%. Perusahaan melaporkan hasil kuartalan yang mengecewakan. Dr Martens memprediksi pertumbuhan pendapatan stagnan untuk tahun 2026. Pendapatan turun 3,1% menjadi 251 juta poundsterling atau 343 juta USD pada kuartal ketiga fiskal.

Chief Executive Dr Martens Ije Nwokorie memberikan penjelasan resminya. “Ini adalah tahun transisi, saat kami melakukan perubahan yang diperlukan pada bisnis kami untuk mempersiapkan pertumbuhan berkelanjutan di masa depan,” ujarnya.

Ije Nwokorie menegaskan fokus perusahaan saat ini. “Saya fokus sepenuhnya pada pelaksanaan strategi Dr Martens untuk mengurangi diskon, mendorong pertumbuhan produk lain, membuka pasar baru, dan menyederhanakan model operasional kami,” tambahnya.

Saham Puma melonjak lebih dari 9% setelah Anta Sports asal China mengonfirmasi pembelian saham. Anta Sports membeli 29% saham Puma dari keluarga miliarder Pinault asal Perancis senilai 1,5 miliar euro atau 1,78 miliar USD. Sebaliknya, produsen alat medis Swedia, Getinge, turun 5,8% setelah pesanan kuartal keempat 2025 sedikit menurun.

Ketidakpastian perdagangan global kembali muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengincar Korea Selatan. Trump berencana menaikkan tarif bagi ekonomi terbesar keempat di Asia tersebut. Ia menyebut tarif untuk otomotif, farmasi, dan kayu akan naik dari 15% menjadi 25%.

Investor kini menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve pekan ini. Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,5% hingga 3,75%. Pelaku pasar akan mencari petunjuk mengenai waktu pemotongan suku bunga di masa mendatang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi, Lonjakan Saham Teknologi Topang Wall Street

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Trump Ancam Naikkan Tarif Impor, Saham Otomotif Korea Selatan Langsung  Berguguran

STOCKWATCH.ID (SEOUL) – Saham perusahaan otomotif Korea Selatan rontok...

Wall Street Menanjak, Indeks Dow Jones Terkerek Lebih dari 300 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat (AS)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru