back to top

Harga Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Tembus USD 5.136

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah baru pada perdagangan Selasa (27/1/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (28/1/2026) WIB. Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang terus berlanjut mendorong investor memburu logam mulia sebagai aset aman (safe-haven).

Mengutip CNBC International, harga emas spot melonjak 2,4% hingga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di posisi USD 5.136,47 per ons troi. Sebelumnya, harga emas telah menembus level psikologis utama USD 5.000 untuk pertama kalinya pada Senin lalu. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup hampir tidak berubah pada level USD 5.082,60 per ons troi.

Tahun ini, harga emas sudah melonjak lebih dari 18%. Tren penguatan ini melanjutkan reli rekor tahun lalu. Sejumlah faktor menjadi pendorong utama, mulai dari meningkatnya ketidakpastian ekonomi hingga ekspektasi pemangkasan suku bunga AS. Selain itu, peningkatan pembelian oleh bank sentral di tengah tren de-dolarisasi global turut mengerek harga.

Pelaku pasar kini fokus pada pertemuan kebijakan Federal Reserve (The Fed) selama dua hari yang dimulai Selasa waktu setempat. Suku bunga diperkirakan tetap tidak berubah. Investor menanti konferensi pers Ketua Fed Jerome Powell pada Rabu mendatang. Muncul kekhawatiran dari para pelaku pasar mengenai independensi bank sentral tersebut.

Proyeksi harga emas ke depan tampak makin berkilau. Deutsche Bank dan Societe Generale kini memprediksi harga emas bakal menyentuh level USD 6.000 per ons troi pada akhir tahun ini. Minat perdagangan terhadap logam mulia juga menunjukkan lonjakan signifikan.

CME Group melaporkan kompleks logamnya mencapai rekor harian 3.338.528 kontrak pada 26 Januari. Angka ini melampaui rekor sebelumnya sebanyak 2.829.666 kontrak yang terjadi pada 17 Oktober 2025. Kondisi ini mencerminkan tingginya antusiasme pasar terhadap sektor logam.

Tren kenaikan harga juga merembet ke perak spot yang melonjak 6,9% menjadi USD 111,11 per ons troi. Sebelumnya, perak sempat menyentuh rekor tertinggi di USD 117,69 pada hari Senin. Harga perak telah meroket lebih dari 55% sepanjang tahun ini, setelah mencatatkan kenaikan 146% pada tahun lalu.

Widmer dari Bank of America memberikan analisanya terkait pergerakan perak. Ia mengingatkan potensi fluktuasi harga yang tinggi pada masa mendatang.

“Akan ada banyak volatilitas di masa depan, dengan risiko penurunan tajam (pada perak),” ujar Widmer dalam laporannya. Ia menambahkan fundamental yang kuat dan aliran dana masuk pada exchange-traded-fund bisa mendukung target harga USD 170.

Sejalan dengan optimisme tersebut, Citi turut menaikkan proyeksi harga perak jangka pendek. Bank investasi ini meningkatkan target dari USD 100 menjadi USD 150 per ons troi. Namun, tidak semua logam mulia berhasil mempertahankan penguatannya.

Harga platinum spot terpangkas 5,6% menjadi USD 2.604,38 per ons troi. Padahal, platinum sempat menyentuh rekor USD 2.918,80 pada sesi sebelumnya. Sementara itu, harga paladium ikut merosot sekitar 4% ke level USD 1.904,25 per ons troi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Badai Musim Dingin Lumpuhkan Produksi AS, Harga Minyak Dunia Melambung 3%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia melonjak sekitar...

Harga Emas Dunia Melejit Tembus USD 5.100, Investor Buru Aset Aman

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak rekor...

Harga Minyak Dunia Terkoreksi, Investor Pantau Dampak Badai dan Tensi AS-Iran

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak mentah dunia ditutup sedikit...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru