STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) terhadap tiga saham emiten sekaligus. Ketiga saham tersebut adalah PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI), PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI), dan PT Planet Properindo Jaya Tbk (PLAN). Langkah tegas ini diambil menyusul terjadinya lonjakan harga yang luar biasa pada ketiga saham tersebut.
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, memberikan penjelasannya. Ia menyebut suspensi ini mulai berlaku pada perdagangan hari Rabu, 28 Januari 2026. Penghentian perdagangan dilakukan baik di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.
Langkah ini merupakan bentuk perlindungan bursa terhadap para investor. BEI menilai perlu melakukan tindakan cooling down karena harga ketiga saham ini meningkat secara signifikan dalam waktu singkat. Bursa ingin menjaga agar perdagangan tetap berjalan dengan wajar dan transparan.
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham, dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham,” ujar Yulianto dalam keterbukaan informasi yang dikutip Rabu (28/1/2026).
Tujuan utama dari penghentian sementara ini adalah memberikan waktu yang memadai bagi para pelaku pasar. Investor diharapkan dapat mempertimbangkan secara matang setiap informasi yang tersedia. Hal ini sangat penting untuk mendasari setiap pengambilan keputusan investasi pada saham INAI, LMPI, maupun PLAN.
BEI juga mengimbau kepada seluruh pihak yang berkepentingan untuk terus memantau perkembangan perusahaan. Para investor diharapkan selalu memperhatikan setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh ketiga emiten tersebut. Dengan begitu, risiko investasi akibat fluktuasi harga yang liar dapat diminimalisir.
Harga Saham
Ketiga saham ini mencatatkan kenaikan harga kumulatif yang sangat drastis. Saham INAI melonjak tajam pada perdagangan Selasa, 27 Januari 2026. Harga ditutup di Rp292, naik Rp58 atau 24,79% dari penutupan sebelumnya Rp234 pada 26 Januari 2026. Saham ini dibuka di Rp234, bergerak di rentang Rp234–Rp292, sekaligus mencetak harga tertinggi tahun berjalan di Rp292. Volume transaksi mencapai 45.032.400 saham. Dalam setahun terakhir, INAI bergerak di kisaran Rp81–Rp312, dengan harga terendah tahun berjalan Rp150 pada 2 Januari 2026. Kapitalisasi pasar INAI tercatat sekitar Rp185 miliar.
Saham LMPI juga menguat signifikan. Harga terakhir tercatat Rp314, naik Rp62 atau 24,60% dibanding penutupan sebelumnya Rp252 pada 26 Januari 2026. Saham ini dibuka di Rp264, sempat turun ke Rp216, lalu menguat hingga menyentuh Rp314 yang menjadi harga tertinggi tahun berjalan. Volume perdagangan mencapai 29.204.400 saham. Sepanjang 52 minggu terakhir, LMPI bergerak di rentang Rp97–Rp314, dengan harga terendah tahun berjalan Rp137 pada 7 Januari 2026. Kapitalisasi pasar LMPI berada di kisaran Rp316,6 miliar.
Sementara itu, saham PLAN ditutup menguat di Rp106 pada 27 Januari 2026. Harga naik Rp9 atau 9,28% dari penutupan sebelumnya Rp97. Saham ini dibuka di Rp106, bergerak di rentang Rp101–Rp106, sekaligus mencetak harga tertinggi tahun berjalan di Rp106. Volume transaksi tercatat 10.678.400 saham. Dalam 52 minggu terakhir, PLAN bergerak di kisaran Rp27–Rp106, dengan harga terendah tahun berjalan Rp45 pada 6 Januari 2026. Kapitalisasi pasar PLAN sekitar Rp95 miliar.
