STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana menawarkan surat utang senilai total Rp1,27 triliun kepada investor pada 6 dan 9 Februari 2026. Surat utang tersebut terdiri atas Obligasi Berkelanjutan VII TBIG Tahap III Tahun 2026 senilai Rp1,062 triliun, dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I TBIG Tahap III Tahun 2026 sebesar Rp210,100 miliar.
Surat utang tersebut di atas merupakan bagian dari penawaran umum Obligasi Berkelanjutan VII TBIG senilai total Rp20 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan TBIG I senilai total Rp8 triliun.
Berdasarkan prospektus tambahan rencana penawaran umum obligasi yang disampaikan Manajemen di Jakarta, Selasa 27 Januari 2026, obligasi TBIG tersebut terdiri atas seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp700 miliar berbunga tetap 4,85% per tahun dengan berjangka waktu 370 hari, seri B sebesar Rp189 miliar memiliki tenor tiga tahun dan bunga tetap 5,70% per tahun, serta seri C Rp173 miliar berjangka waktu lima tahun dengan bunga tetap 6,0% per tahun.
Adapun Sukuk Ijarah Berkelanjutan TBIG I Tahap II Tahun 2026 terdiri atas seri A sebesar Rp125,100 miliar dengan tenor tiga tahun, dan seri B senilai Rp85 miliar berjangka waktu lima tahun.
Bunga obligasi akan dibayarkan setiap triwulan, dimana bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 12 Mei 2026, sedangkan bunga obligasi terakhir sekaligus dengan pelunasan obligasi akan dibayarkan pada tanggal 22 Februari 2027 untuk Obligasi Seri A, tanggal 12 Februari 2029 untuk seri B, dan tanggal 12 Februari 2031 untuk Obligasi Seri C.
Adapun cicilan Imbalan Ijarah dibayarkan setiap triwulan, dimana Cicilan Imbalan Ijarah pertama akan dibayarkan pada 12 Mei 2026, sedangkan Cicilan Imbalan Ijarah terakhir sekaligus Tanggal Pelunasan Sisa Imbalan Ijarah dibayarkan pada 12 Februari 2029 untuk Sukuk Ijarah Seri A dan 12 Februari 2031 untuk Sukuk Ijarah Seri B.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi, setelah dikurangi biaya -biaya Emisi Obligasi, akan digunakan untuk Perseroan untuk mendanai sebagian kewajiban Perseroan dalam rangka rencana pelunasan seluruh pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tower Bersama Infrastructure Tahap V Tahun 2025 (“Obligasi Berkelanjutan VI Tahap V”) Seri A pada tanggal jatuh tempo, yaitu 22 Februari 2026.
Sementara itu, seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Sukuk Ijarah ini , setelah dikurangi biaya-biaya Emisi Sukuk Ijarah, akan digunakan oleh Perseroan untuk mendanai sebagian kewajiban Perseroan dalam rangka rencana pelunasan seluruh pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tahap V Seri A pada tanggal jatuh tempo, yaitu 22 Februari 2026.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi TBIG VII Tahap III tahun 2026 dan sukuk ijarah TBIG I tahap III 2026 adalah, PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT UOB Kay Hian Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, serta PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebagai wali amanat. (konrad)
