back to top

BEI Cabut Suspensi 4 Saham ‘Terbang’ Ini, Investor Bisa Transaksi Lagi Mulai Senin Pekan Depan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut suspensi perdagangan empat saham sekalgus. Itu antara lain adalah PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE), PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA), PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) dan PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO).

Perdagangan keempat saham tersebut akan dibuka kembali mulai sesi I pada Senin, 2 Februari 2026. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono. Melalui keterbukaan informasi, ia menjelaskan pencabutan suspensi ini merujuk pada penilaian bursa.

Pembukaan perdagangan ini berlaku untuk pasar reguler maupun pasar tunai. Selain saham, BEI juga membuka kembali perdagangan Waran Seri II milik PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA-W) di seluruh pasar. Dengan keputusan ini, para investor dapat kembali melakukan transaksi atas instrumen investasi tersebut.

Sebelumnya, BEI sempat membekukan sementara perdagangan saham-saham ini karena lonjakan harga. Terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada masing-masing saham dalam kurun waktu tertentu. Bursa memandang penghentian sementara perlu dilakukan sebagai bentuk perlindungan bagi para investor.

Saham SPRE mulai digembok oleh bursa sejak sesi I tanggal 20 Januari 2026. Langkah ini diambil setelah adanya pengumuman bursa pada 19 Januari 2026. Berikutnya, saham MGNA beserta warannya menyusul terkena suspensi sejak sesi I tanggal 21 Januari 2026.

Tekanan serupa dialami oleh saham MKAP yang perdagangannya dihentikan mulai sesi I tanggal 22 Januari 2026. Terakhir, saham NATO menyusul masuk dalam daftar suspensi sejak sesi I tanggal 23 Januari 2026. Selama masa suspensi, bursa mengimbau para investor untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing perseroan.

“Suspensi atas perdagangan dibuka kembali mulai sesi I tanggal 2 Februari 2026,” tulis Yulianto Aji Sadono dalam pengumumannya yang dikutip Sabtu (31/1/2026).

Harga Saham

Pada penutupan perdagangan Senin, 19 Januari 2026, saham SPRE naik 32 poin atau 9,88% ke Rp356 dari sebelumnya Rp324. Saham ini dibuka di Rp340. Pergerakan harga berada di kisaran Rp330–Rp356. Volume perdagangan mencapai 14,45 juta saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi tercatat di Rp356 dan terendah Rp197. Dalam 52 minggu terakhir, harga bergerak di rentang Rp68–Rp356. Kapitalisasi pasar tercatat Rp284,8 miliar.

Pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026, MGNA ditutup di Rp298. Harga naik Rp32 atau 12,03% dari sebelumnya. Saham ini dibuka di Rp268. Harga tertinggi menyentuh Rp324 dan terendah Rp260. Volume transaksi mencapai 9,93 juta saham. Kapitalisasi pasar sekitar Rp1,02 triliun.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026, MKAP menguat Rp180 atau 24,66% ke Rp910 dari penutupan sebelumnya Rp730. Saham ini dibuka di Rp730. Harga tertinggi tercatat Rp910 dan terendah Rp730. Volume transaksi mencapai 12,69 juta saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi berada di Rp910 dan terendah Rp344. Dalam 52 minggu, harga bergerak di kisaran Rp228–Rp910. Kapitalisasi pasar mencapai Rp2,96 triliun.

Pada perdagangan Kamis, 22 Januari 2026, NATO naik 5,26% atau bertambah Rp50 ke Rp1.000 dari sebelumnya Rp950. Saham ini dibuka di Rp950. Harga tertinggi menyentuh Rp1.100 dan terendah Rp950. Volume transaksi tercatat 6,24 juta saham. Sepanjang tahun berjalan, harga bergerak di rentang Rp286–Rp1.000. Dalam 52 minggu terakhir, rentangnya Rp123–Rp1.100. Kapitalisasi pasar sekitar Rp8,00 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Menanti Rilis Data GDP, IHSG Berpotensi Melemah Terbatas Hari Ini! Cek 6 Saham Jagoan BNI Sekuritas

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

Pergerakan Aneh Terdeteksi, Bursa Pantau Ketat Tiga Saham Sekaligus

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi secara...

PADI Bebas dari Pantauan Khusus BEI, Saat Kasus Hukum Afiliasi Masih Bergulir

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut status...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru