back to top

Pemerintah Pastikan Operasional Bursa Berjalan Normal, Friderica Pimpin OJK dan Jeffrey Pjs Dirut BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan stabilitas dan keberlanjutan pasar modal Indonesia tetap terjaga. Pemerintah menjamin seluruh aktivitas di bursa saham terus berlangsung tanpa hambatan.

Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi khusus kepada Kementerian Keuangan. Arahan serupa juga ditujukan kepada jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Langkah ini bertujuan memastikan kegiatan operasional bursa tetap berjalan normal selama masa kepemimpinan transisi. Airlangga menegaskan tidak boleh ada kekosongan kepemimpinan maupun pengawasan di sektor keuangan.

Seluruh fungsi regulasi dan aktivitas perdagangan dipastikan berjalan tanpa gangguan. Begitu pula dengan tugas pengawasan yang tetap berjalan optimal sejalan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Pemerintah berkomitmen menerapkan praktik terbaik internasional guna menjaga kepercayaan pasar. Pernyataan ini disampaikan Airlangga guna memberikan kepastian bagi para pelaku pasar dan investor.

“Presiden telah menginstruksikan operasional bursa tetap berjalan normal selama masa kepemimpinan transisi,” ujar Airlangga dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (31/01).

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan yang berkelanjutan. “Seluruh fungsi regulasi, aktivitas perdagangan, dan tugas pengawasan dipastikan berjalan tanpa gangguan,” tambahnya.

Informasi tersebut disampaikan dalam sesi doorstop di Lobby Utara, Wisma Danantara, Sabtu (31/01) malam pukul 20:00 WIB. Sejumlah pejabat tinggi negara hadir mendampingi Menko Airlangga.

Tampak hadir Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Hadir pula CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani serta Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria.

Terkait perubahan organisasi, OJK telah menunjuk pejabat pengganti Anggota Dewan Komisioner (ADK). Langkah ini diambil dalam Rapat Dewan Komisioner OJK untuk menjaga kesinambungan lembaga.

Friderica Widyasari Dewi ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Ia mengisi posisi yang ditinggalkan Mahendra Siregar dan Mirza Adityaswara.

Selain itu, Hasan Fawzi ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal. Ia menggantikan Inarno Djajadi yang mundur pada Jumat (30/01).

Di sisi otoritas bursa, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI. Jeffrey menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri.

Purbaya menegaskan pemerintah tidak akan melakukan intervensi terhadap kebijakan internal bursa. Ia menyebut BEI merupakan lembaga independen yang memiliki prosedur penyelesaian masalah sendiri.

“Pemerintah nggak ikut campur. Kita menjadi punggungnya aja biar kerja,” kata Purbaya.

Jeffrey Hendrik menjamin operasional bursa tetap berjalan normal dan proses pengambilan keputusan tidak terganggu. Jeffrey dijadwalkan bertemu tim Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin pekan depan.

“Semua itu akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada seluruh investor,” tegas Jeffrey.

Pihak BEI memastikan identitas resmi pimpinan transisi akan diumumkan segera. Pengumuman bakal dilakukan sebelum pembukaan perdagangan saham pada Senin pagi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Menanti Rilis Data GDP, IHSG Berpotensi Melemah Terbatas Hari Ini! Cek 6 Saham Jagoan BNI Sekuritas

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

Pergerakan Aneh Terdeteksi, Bursa Pantau Ketat Tiga Saham Sekaligus

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi secara...

PADI Bebas dari Pantauan Khusus BEI, Saat Kasus Hukum Afiliasi Masih Bergulir

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut status...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru