STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (30/1/2026) waktu setempat. Kenaikan ini dipicu oleh rilis laporan laba perusahaan yang solid dan fokus investor pada perkembangan hubungan internasional. Hampir seluruh sektor dan bursa utama di kawasan Benua Biru berakhir di teritori positif.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,64% ke posisi 611,00. Hampir semua sektor dan bursa utama di kawasan tersebut berada di zona hijau. Indeks CAC 40 Perancis naik 0,68% ke level 8.126,53. FTSE MIB Italia melonjak 1,00% ke posisi 45.527,42.
Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,51% ke level 10.223,54. DAX Jerman tumbuh 0,94% ke posisi 24.538,81. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 1,66% ke level 17.880,90.
Sektor korporasi menjadi pendorong utama penguatan pasar. Saham raksasa perlengkapan olahraga Jerman, Adidas, melonjak hampir 4%. Perusahaan melaporkan pendapatan tahun 2025 tumbuh 13% mencapai rekor 24,8 miliar euro atau setara 29,6 miliar USD.
Dari sektor perbankan, CaixaBank asal Spanyol melaporkan kenaikan laba bersih 1,8% menjadi 5,89 miliar euro atau 7 miliar USD. Capaian ini melampaui ekspektasi para analis. Dividen bank tersebut juga melompat 15% menjadi 0,50 euro per saham, sehingga mendorong harga sahamnya terbang 6,7%.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia resmi menunjuk mantan Gubernur Federal Reserve (Fed), Kevin Warsh, untuk menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua Fed. Keputusan ini mengakhiri spekulasi panjang mengenai sosok pemimpin bank sentral AS berikutnya.
Jim Reid dari Deutsche Bank memberikan analisis terkait penunjukan tersebut. Ia menyoroti rekam jejak Warsh dalam kebijakan moneter.
“Meskipun komentar [Warsh] baru-baru ini mendukung suku bunga yang lebih rendah, di masa lalu ia bersikap kritis secara hawkish terhadap penggunaan neraca keuangan Fed yang ekspansif,” ujar Reid dalam sebuah catatan.
Isu geopolitik global tetap menjadi perhatian para investor Eropa. Trump memperingatkan Inggris terkait jalinan kerja sama dengan China. Ia menyebut langkah Perdana Menteri Keir Starmer yang mengunjungi China untuk memperbaiki hubungan bilateral sebagai tindakan yang sangat berbahaya.
Trump juga mengklaim telah meyakinkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk tidak menyerang Ukraina selama musim dingin yang ekstrem. Di sisi lain, muncul spekulasi terkait kemungkinan serangan AS ke Iran. Hal ini memicu volatilitas pada pasar minyak dunia.
