back to top

Ikut Pertemuan MSCI, Pandu Sjahrir Jelaskan Kapasitas Danantara

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, hadir dalam pertemuan penting antara Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan tim Morgan Stanley Capital International (MSCI). Kehadirannya memicu pertanyaan mengenai peran Danantara dalam negosiasi tersebut.

Pandu menegaskan posisi Danantara bukan sebagai regulator dalam pertemuan tersebut. Ia hadir mewakili sisi investor yang melihat potensi besar pada pasar saham domestik.

“Kami hanya pembeli saham. Kami merasa saham-saham di Indonesia menarik karena ekonominya bagus dan valuasinya sangat menarik,” ujar Pandu saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah cepat BEI dan OJK. Menurutnya, regulator bergerak sangat lincah dalam merespons situasi pasar saat ini.

Pandu mencatat perubahan besar terjadi hanya dalam waktu lima hari sejak Rabu pekan lalu. Padahal, masa tersebut termasuk hari Sabtu dan Minggu yang biasanya merupakan hari libur.

Respons di bawah satu minggu ini dinilai sebagai sinyal positif bagi para pelaku pasar. Pandu melihat tim BEI sudah menyiapkan langkah-langkah strategis secara cepat dan serius.

Langkah ini merupakan bagian dari reformasi besar pada pasar modal Indonesia. Ia memastikan Danantara mendukung penuh upaya perbaikan yang sedang berjalan.

Terkait pertemuan dengan MSCI, Pandu menyebut agenda utama adalah mendiskusikan masukan dari lembaga indeks internasional tersebut. Pembicaraan akan dilakukan secara konstruktif demi kemajuan pasar.

“Kita menginginkan pasar modal yang lebih baik lagi. Ini cara investor mengekspresikan kepercayaan ke Indonesia dan berinvestasi secara jangka panjang,” tuturnya.

Ada beberapa poin utama yang menjadi fokus negosiasi dengan MSCI. Hal ini mencakup transparansi atau keterbukaan informasi serta porsi saham publik (free float).

Pandu menekankan keterbukaan informasi mengenai pemegang saham menjadi prioritas utama. Setelah itu, barulah bicara mengenai eksekusi teknis di lapangan.

Ia juga menyoroti perlunya kemudahan bagi Dana Pensiun (Dapen) untuk masuk ke pasar modal. Salah satunya melalui aturan cut loss provision yang diharapkan segera terealisasi dalam Undang-Undang P2SK.

Kehadiran Dapen diharapkan bisa mendongkrak valuasi saham di bursa. Hal ini akan memudahkan rencana peningkatan batas minimum free float dari saat ini di kisaran 10% hingga 12% menjadi minimal 15%.

Proses peningkatan porsi saham publik ini akan dilakukan secara bertahap. Pandu mengingatkan MSCI memberikan tenggat waktu hingga Mei untuk melakukan berbagai perbaikan.

Meski ikut hadir, Pandu menegaskan kendali pembicaraan tetap berada di tangan otoritas bursa. Ia memposisikan diri untuk memantau jalannya diskusi tersebut.

“Saya hanya mengikuti saja, menonton di sini. Yang nanti melakukan pertemuan adalah IDX (BEI),” pungkas Pandu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Emiten Sulit Penuhi Free Float 15%? Bos BEI Siapkan Tahapan Khusus

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa...

MDKA Siap Lunasi Pokok dan Bunga Obligasi V Tahun 2025 Seri A, Segini Nilainya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)...

IHSG Sesi I Tertahan di 8.141,846, Turun 0,06%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru