back to top

Saham Teknologi Rontok, Nasdaq Terjun 1,51% Saat Dow Jones Berhasil Menguat

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Rabu sore (4/2/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (5/2/2026) WIB. Indeks S&P 500 dan Nasdaq tertekan aksi jual saham teknologi yang semakin intens. Penurunan tajam saham Advanced Micro Devices (AMD) menjadi beban utama pasar.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York menguat 260,31 poin atau 0,53% ke level 49.501,30. Namun, indeks S&P 500 (SPX) tergelincir 0,51% dan berakhir di posisi 6.882,72. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, jatuh 1,51% menjadi 22.904,58.

Saham AMD merosot 17% setelah perkiraan kinerja kuartal pertama perusahaan berada di bawah ekspektasi analis. Kondisi ini menyeret saham produsen cip lainnya. Saham Broadcom turun 3,8% dan Micron Technology melemah 9,5%.

Sektor perangkat lunak juga masih menghadapi tekanan besar. Saham Oracle terpangkas 5% dan CrowdStrike kehilangan lebih dari 1%. Meski demikian, saham Microsoft tampil kokoh dengan kenaikan hampir 1%.

Sentimen negatif juga datang dari pasar kripto. Bitcoin terpantau turun lebih dari 3% setelah sempat menembus ke bawah level USD 73.000. Investor cenderung menghindari aset berisiko di tengah ketidakpastian sektor teknologi.

Chief Investment Officer Certuity, Scott Welch memberikan analisanya terkait kondisi ini. Ia melihat adanya pemisahan antara saham yang dianggap prospektif dan tidak di sektor kecerdasan buatan.

“Menjelang akhir tahun lalu, Anda mulai melihat pasar membedakan antara apa yang dianggap pasar sebagai pemenang dan pecundang di ruang [kecerdasan buatan],” ujar Welch dalam wawancara dengan CNBC. “Saya pikir Anda melihat kelanjutan dari hal itu sekarang.”

Welch menilai pergerakan pasar saat ini merupakan bentuk rotasi investasi yang wajar. Investor mulai beralih dari saham pertumbuhan berkapitalisasi besar ke saham-saham yang lebih bernilai (value stocks).

“Ini hanyalah rotasi alami,” tambah Welch. “Semua ini sudah akan terjadi sejak lama, dan saya pikir Anda baru mulai melihat hal itu terjadi.”

Di sisi lain, indeks Dow Jones berhasil menguat berkat performa gemilang saham Amgen. Saham perusahaan bioteknologi ini melonjak 8% setelah melaporkan laba dan pendapatan kuartal keempat yang melampaui prediksi. Saham Honeywell juga naik hampir 2% seiring perpindahan dana investor ke saham sektor nilai.

Dari sisi data ekonomi, ADP merilis data pertumbuhan penggajian swasta periode Januari yang hanya naik 22.000. Angka ini jauh di bawah perkiraan para ekonom yang memproyeksikan penambahan 45.000 lapangan kerja.

CEO AMD, Lisa Su tetap optimis terhadap prospek industri ke depan. Ia menegaskan permintaan pasar terhadap teknologi terus menunjukkan tren positif dalam beberapa bulan terakhir.

“AI berkembang dengan kecepatan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” tegas Su.

Para investor kini menantikan laporan keuangan dari Alphabet yang dijadwalkan rilis setelah penutupan pasar. Selain itu, hasil kuartalan raksasa teknologi Amazon juga akan dirilis pada Kamis waktu setempat.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bursa Saham Eropa Menguat Tipis, Investor Cermati Rilis Laporan Laba Perusahaan

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat tipis...

Pasar Saham Asia Menghijau, Bursa Jepang Mixed dan Korea Selatan Melonjak

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas...

Sektor Teknologi Jeblok, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Parkir di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru