STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas menguat pada penutupan perdagangan Rabu. Pergerakan ini berlawanan dengan pelemahan yang terjadi di Wall Street. Investor tetap optimis meski aksi jual saham teknologi melanda pasar global.
Mengutip CNBC International, pasar saham Asia berhasil bangkit saat Wall Street tertekan aksi jual saham teknologi. Kekhawatiran akan disrupsi kecerdasan buatan (AI) pada perusahaan perangkat lunak mulai menyebar ke Asia. Kondisi tersebut memicu koreksi pada sejumlah saham teknologi di kawasan tersebut.
Bursa Jepang mencatatkan hasil beragam. Indeks Nikkei 225 turun 0,78% ke posisi 54.293,36. Saham-saham teknologi menjadi pemberat utama indeks ini. Namun, indeks Topix yang mencakup pasar lebih luas tetap naik 0,27% ke level 3.655,58.
Saham Nintendo anjlok lebih dari 10% pada sesi perdagangan hari ini. Investor sedang mengkaji beberapa potensi hambatan bagi raksasa gim tersebut. Salah satunya risiko “lonjakan harga memori yang belum pernah terjadi sebelumnya” yang merupakan komponen kunci konsol mereka.
Padahal, Nintendo tetap mempertahankan prakiraan penjualan setahun penuh untuk konsol Switch 2. Penurunan juga melanda perusahaan perangkat lunak Jepang lainnya. TIS yang merupakan penyedia layanan IT terkemuka anjlok lebih dari 15%. Trend Micro dan NS Solutions juga masing-masing melemah lebih dari 7%.
Bursa Australia mencatatkan kinerja positif. Indeks S&P/ASX 200 ditutup naik 0,8% ke level 8.927,8. Hasil ini membalikkan keadaan setelah sebelumnya sempat berada di zona merah.
Korea Selatan memimpin penguatan di kawasan Asia. Indeks Kospi melonjak 1,57% ke posisi 5.371,1. Indeks Kosdaq yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil juga naik 0,45% ke level 1.149,43.
Pasar saham China daratan ikut menghijau. Indeks CSI 300 menguat 0,83% menjadi 4.698,68. Sementara itu, indeks Hang Seng di Hong Kong bergerak stagnan di posisi 26.847,32.
