STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), telah menandatangani perjanjian pinjaman senilai Rp800 miliar dari PT Bank ICBC Indonesia pada tanggal 4 Februari 2026.
Siendy K Wisandana, Sekretaris Perusahaan MEDC dalam keterangan, Rabu 4 Februari 2026 mengemukakan, pinjaman Bank ICBC yang tidak disebutkan tingkat bunga tersebut memiliki tenor 60 bulan sejak tanggal pencairan pertama.
Menurut Siendy, dana bersih yang diperoleh Perseroan dari hasil Obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan seluruhnya untuk keperluan modal kerja termasuk diantaranya pembelian bahan baku produksi untuk kegiatan usaha yang pelaksanaannya akan digunakan oleh Perseroan.
Tahun ini, Manajemen MEDC menargetkan produksi 165–170 ribu barel setara minyak per hari (boepd). Target Perseroan ini didorong oleh kontribusi proyek-proyek baru serta peningkatan kepemilikan operasi di sejumlah blok strategis.
Pada tahun 2025, MEDC membukukan kinerja operasional yang solid Perusahaan energi ini berhasil mencatatkan produksi minyak dan gas sebesar 156 ribu barel setara minyak per hari (mboepd). Bahkan pada kuartal IV 2025, produksi minyak maupun gas MEDC sempat menembus level 178 mboepd.
MedcoEnergi berhasil meningkatkan cadangan terbukti dan terduga (2P) menjadi 564 juta barel setara minyak (mmboe), naik dari tahun sebelumnya. Indeks umur cadangan membaik menjadi 11,4 tahun, mencerminkan fondasi jangka panjang yang semakin kuat. Sumber daya kontinjensi (2C) tercatat mendekati 1 miliar boe.
Pencapaian kinerja operasional yang positif sepanjang tahun 2025 ikut berimbas terhadap pemegang saham. Sepanjang 2025, MedcoEnergi membukukan total imbal hasil pemegang saham sebesar 27 persen, dengan pengembalian dana US$110 juta melalui dividen dan pembelian kembali saham. (konrad)
