back to top

BRI Kucurkan KUR Rp80,09 Triliun ke Sektor Pertanian Sepanjang 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat sektor pertanian nasional melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program ini menjadi solusi permodalan utama bagi petani untuk menjaga keberlanjutan usaha.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Syiro Judin Abbas. Ketua Kelompok Tani Maju Rorotan, Jakarta Utara ini mengelola lahan sawah seluas 2,5 hektare. Ia menekuni usaha tani sekaligus beternak kambing setelah menyelesaikan pendidikan di Jawa Timur.

Syiro sempat menghadapi kendala keterbatasan modal pada awal pengembangan usaha. Kondisi ini membuatnya bergantung pada tengkulak. Posisi tawar petani menjadi lemah dalam menentukan harga gabah.

Keadaan mulai berubah setelah ia mendapatkan informasi program KUR dari penyuluh pertanian. Syiro memanfaatkan fasilitas KUR BRI secara rutin setiap musim tanam selama lebih dari tiga tahun. Usahanya kini berkembang secara berkelanjutan.

Plafon pembiayaan yang diterima Syiro terus meningkat seiring pertumbuhan kapasitas usahanya. Mulai dari Rp8 juta hingga mencapai Rp20 juta. Dana tersebut digunakan untuk pengolahan lahan, pengadaan benih, pupuk, hingga perawatan tanaman.

Dukungan permodalan ini sangat krusial saat petani menghadapi risiko serangan hama. Kebutuhan produksi tetap terpenuhi meski kondisi keuangan terbatas. Hasil panen pun dapat terjaga secara optimal.

Ekonomi keluarga Syiro kini semakin stabil. Hasil pertanian mampu menghidupi istri dan tiga anaknya. Bahkan, salah satu anaknya dapat menempuh pendidikan di pesantren.

Pemerintah juga turut mendukung melalui penyerapan gabah oleh Bulog untuk menjaga stabilitas harga. Ke depan, peningkatan produktivitas menjadi kunci utama kesejahteraan petani.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menyebut KUR sebagai instrumen strategis perseroan. Program ini difokuskan untuk mendukung sektor mikro dan sektor produktif.

“Melalui KUR, BRI berupaya menghadirkan pembiayaan yang mudah diakses, tepat sasaran, serta berkelanjutan,” ujar Hery Gunardi.

Ia menambahkan, perseroan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani. Hal ini guna memastikan penyaluran KUR memberikan dampak ekonomi nyata.

“BRI tidak hanya memberikan akses modal, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas usaha agar pelaku UMKM dapat tumbuh,” kata Hery.

Sepanjang tahun 2025, BRI mencatat total penyaluran KUR sebesar Rp178,08 triliun. Fasilitas ini diberikan kepada sekitar 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia. Porsi sektor produksi mendominasi sebesar 64,49% dari total penyaluran.

Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan nilai pembiayaan Rp80,09 triliun. Angka ini setara 44,97% dari total KUR BRI sepanjang 2025. Pencapaian tersebut merefleksikan komitmen BRI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Hingga akhir Desember 2025, sekitar 18 dari setiap 100 rumah tangga di Indonesia telah mengakses KUR BRI. Secara kumulatif sejak 2015 hingga 2025, total penyaluran mencapai Rp1.435 triliun kepada 46,4 juta penerima.

BRI optimistis penyaluran KUR yang akuntabel dapat memperkuat ketahanan pangan nasional. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bank Mandiri (BMRI) Catat NPL Gross 0,96% pada 2025, Di bawah Rata-rata Industri

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk...

Bank Mandiri Dukung Program Prioritas Pemerintah Lewat Pembiayaan KUR Rp41 Triliun pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT  Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terus...

Tumbuh 23,9%, Bank Mandiri (BMRI) Catat Dana Pihak Ketiga Rp2.105,8 Triliun pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru