STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Magnus Jaya, salah satu pemegang pemegang saham perorangan PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) atau Metland telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya dalam perusahaan properti tersebut.
Menurut laporan keterbukaan informasi yang disampaikan ke BEI Kamis, 5 Februari 2026, Magnus Jaya melakukan penjualan sebanyak 157.143.000 lembar atau setara 2,05% saham MTLA pada tanggal 13 Januari 2026 melalui BEI.
Magnus Jaya menjual saham MTLA pada harga Rp560 per lembar sehingga berhasil mendapatkan keuntungan sebesar Rp88 miliar. Adapun tujuan transaksi adalah merealisasikan keuntungan investasi langsung terhadap saham MTLA.
Sebelum transaksi, Magnus Jaya memiliki 405.835.851 lembar saham MTLA. Jumlah ini setara dengan porsi kepemilikan sebesar 5,30%. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Magnus Jaya terhadap saham MTLA berkurang atau turun menjadi 248.692.851 lembar atau setara 3,25% saham.
Hingga pukul 15.10 WIB perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Kamis 5 Februari 2026, saham MTLA tercatat di level Rp600 per unit, tidak berubah dibanding sehari sebelumnya. Selama sepekan, harga saham MTLA turun sebesar 0,82%, dari posisi Rp605 per saham menjadi Rp600 per saham pada 4 Februari 2026.
PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) atau Metland didirikan pada 16 Februari 1994 sebagai bagian dari Metropolitan Development. Perusahaan mulai beroperasi pada bulan Oktober tahun yang sama. Perusahaan ini berfokus pada bisnis pengembangan perumahan dan komersial. Pada tahun 2004, Reco Newtown, sebuah perusahaan investasi dari Singapura, bermitra dengan perusahaan ini.
Perusahaan tersebut memiliki tujuh proyek residensial di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang, serta beberapa proyek komersial (Hotel Horison Ultima Bekasi, Metropolitan Mall, Grand Metropolitan, dll) dan gedung bertingkat (M Gold Tower dan Apartemen Kaliana). Kantor pusatnya terletak di M Gold Tower lantai 15, Kalimalang, Bekasi. (konrad)
