STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi merilis aplikasi Bale Syariah. Lewat layanan anyar ini, perseroan menargetkan jumlah pengguna digital melonjak dua kali lipat.
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menyebut digitalisasi merupakan keniscayaan bagi industri perbankan saat ini. Langkah ini merespons perubahan perilaku masyarakat yang kini sangat bergantung pada internet.
“Perubahan ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keniscayaan,” ujar Alex Sofjan Noor dalam peluncuran Bale Syariah di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Hingga pertengahan 2025, BSN mencatatkan 348.293 pengguna aktif di seluruh kanal digital. Total nilai transaksinya menembus angka sekitar Rp6,5 triliun.
Khusus aplikasi Bale Syariah, jumlah pengguna aktif saat ini mencapai 111.864 orang. Adapun nilai transaksi melalui kanal baru ini sudah menyentuh sekitar Rp1,26 triliun.
Alex optimistis angka tersebut bakal terus mendaki tajam. Perseroan mewajibkan setiap nasabah baru BSN untuk menggunakan aplikasi Bale Syariah.
“Kami perkirakan jumlah user akan tumbuh dua kali lipat,” ungkap Alex Sofjan Noor.
Aplikasi ini dibekali 57 fitur finansial dan 83 fitur nonfinansial. Layanan yang tersedia mulai dari transfer dana, pembayaran rutin, hingga pelunasan haji dalam satu genggaman.
BSN juga memosisikan Bale Syariah sebagai pintu masuk digital untuk memperkuat ekosistem perumahan syariah. Hal ini sejalan dengan peran strategis perseroan sebagai bagian dari BTN Group.
Ke depan, perseroan bakal terus memoles aplikasi tersebut menjadi superapps syariah. Literasi keuangan, gaya hidup, hingga kemaslahatan umat akan menjadi menu tambahan aplikasi ini.
Alex menekankan aspek keamanan data nasabah tetap menjadi prioritas utama. “Menjaga keamanan transaksi dan data nasabah adalah bagian dari amanah,” tegasnya.
Melalui inovasi ini, BSN berambisi memperkuat posisi sebagai bank syariah nasional terbesar kedua di Indonesia. Perseroan ingin hadir sebagai lembaga keuangan yang modern dan inovatif bagi masyarakat.
