STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Head of Research NHKSI Research, Ezaridho Ibnutama dan Graceline Melinda, merekomendasikan beli saham PT Soechi Lines Tbk (SOCI). Target harga (TP) saham emiten pelayaran ini dipatok pada level 800. Rekomendasi ini didasari strategi perseroan memperluas pangsa pasar kontrak sewa di kancah global.
Mengutip laporan riset NHKSI Research, SOCI tengah berupaya mengurangi ketergantungan pendapatan dari Pertamina. Kontribusi Pertamina terhadap pendapatan perusahaan menyusut menjadi 33% pada sembilan bulan pertama 2025 (9M25). Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya (9M24), angka tersebut masih mencapai 54%.
“Mengemudikan kemudi ke arah yang benar,” ujar Ezaridho dan Graceline dalam risetnya. Strategi ini sejalan dengan langkah perusahaan merambah klien-klien baru.
Sepanjang kuartal ketiga 2025 (3Q25), SOCI membukukan pendapatan sebesar USD 41,8 juta. Nilai ini memang turun tipis 1,7% secara tahunan (Year on Year/YoY). Namun, secara kuartalan (Quarter on Quarter/QoQ), pendapatan perseroan melesat 19,3%.
Secara akumulasi, pendapatan SOCI pada 9M25 tercatat sebesar USD 118 juta. Angka ini sedikit lebih rendah dari pencapaian 9M24 senilai USD 120 juta. Segmen penyewaan kapal menjadi kontributor utama dengan porsi 78% dari total pendapatan. Sementara itu, segmen galangan kapal menyumbang sekitar 13% pendapatan.
NHKSI Research menilai ketegangan geopolitik global justru memberikan keuntungan ekonomi bagi industri tanker. Konflik di wilayah Rusia-Ukraina, AS-Venezuela, hingga Israel-Iran memicu pengalihan rute logistik minyak dan gas. Pengalihan rute ini bertujuan menghindari penyitaan kapal tanker di zona konflik tersebut.
Kondisi tersebut diperburuk aksi penyitaan enam kapal tanker minyak Venezuela oleh Amerika Serikat di Laut Karibia hingga 15 Januari 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Donald Trump menghentikan ekspor minyak negara tersebut. Operasi ini menargetkan lebih dari 1.000 kapal tanker yang dikenal sebagai ‘Armada Gelap’ atau Dark Fleet (DF).
Kapal-kapal Dark Fleet biasanya berusia 15 tahun atau lebih. Kepemilikannya disamarkan dan sering terlibat dalam praktik perdagangan minyak ilegal. Kapal-kapal ini mayoritas berasal dari Rusia, Venezuela, dan Iran. Ketidakefisienan logistik global akibat faktor geopolitik ini justru mengerek tarif angkutan minyak dan gas di seluruh dunia.
Di pasar domestik, produksi LNG Indonesia ditargetkan meningkat di atas 40 juta CBM. Peningkatan ini didukung fasilitas produksi baru dan ekspansi kapasitas yang sudah ada. Kebutuhan kapal LNG untuk transportasi domestik juga melonjak hampir dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir.
Indonesia kini memiliki sekitar 250 perusahaan galangan kapal. Lokasinya terkonsentrasi di Batam dan Pulau Jawa. Kapasitas produksi kapal baru mencapai 1 juta DWT, sementara kapasitas perbaikan kapal mencapai 12 juta DWT. Sekitar 80% galangan kapal domestik masuk kategori kecil dan menengah.
NHKSI Research memproyeksikan pendapatan SOCI tumbuh 29,6% YoY untuk tahun fiskal 2026. Proyeksi ini didukung tingkat utilisasi kapal yang terjaga di atas 80%. Saat ini, SOCI memiliki armada kuat yang terdiri dari 30 kapal tanker minyak.
Valuasi saham SOCI juga dinilai sangat menarik. Saat ini SOCI diperdagangkan pada Price to Earnings (P/E) sebesar 16,32x. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata industri yang mencapai 41,51x P/E.
“Kinerja tahunan kuartal ketiga 2025 di bawah target, namun pulih secara kuartalan,” tulis Head of Research NHKSI Research tersebut. Ketidakpastian geopolitik global menjadi katalis positif bagi kenaikan tarif logistik rute minyak dan gas dunia.
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
