STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan laba bersih sebesar Rp3,58 triliun (Rp99 per saham) pada tahun 2025, naik tipis 0,58% jika dibandingkan Rp3,56 triliun (Rp99 per saham) pada tahun 2024.
Seperti tergambar dalam laporan keuangan Desember 2025 yang dipublikasikan, Kamis 12 Februari 2026, pendapatan bunga dan syariah bersih BNLI mencapai Rp10,02 triliun pada 2025, turun 1,96% dari Rp10,22 triliun pada tahun 2024.
BNLI mencatat pendapatan provisi dan komisi Rp1,45 triliun, turun 7,05% dari Rp1,56 triliun pada 2024. Adapun pendapatan transaksi perdagangan naik 67,6% menjadi Rp381,75 miliar, dari Rp227,75 miliar. Keuntungan penjualan efek-efek untuk tujuan investasi Rp509,02 miliar, dari sebelumnya rugi Rp57,29 miliar.
Pendapatan operasional lainnya mencapai Rp189,38 miliar, naik 23,6% dari Rp153,22 miliar. Total pendapatan operasional BNLI Rp12,55 triliun, naik 3,9% dari Rp12,08 triliun. Kerugian penurunan nilai aset Rp1,77 triliun, naik dari Rp1,52 triliun. Beban umum dan administrasi Rp1,7 triliun, turun 1,55% dari Rp1,85 triliun. Beban gaji dan tunjangan naik 8,78% jadi Rp3,44 triliun, dari Rp3,16 triliun.
Total kredit yang disalurkan BNLI sepanjang tahun 2025 mencapai Rp163,3 triliun, naik 5,5% dibanding tahun 2024. Pertumbuhan terutama berasal dari segmen korporasi yang naik 11,2% YoY menjadi Rp99,6 triliun. Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah meningkat 3,9% yoy menjadi Rp192,8 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 20,1%.
Total aset BNLI per 31 Desember 2025 sebesar Rp268,34 triliun, naik 3,58% dari Rp259,06 triliun per Desember 2024. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas BNLI pada 2025, masing-masing sebesar Rp222.49 triliun dan Rp45,84 triliun. (konrad)
