STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Argo Pantes Tbk (ARGO), perusahaan tekstil dan penyewaan properti telah menandatangani perjanjian sewa lahan dengan PT Global Yimi Cargo atau J&T Cargo pada tanggal 11 Februari 2026. Kontrak sewa tersebut berlangsung selama 10 tahun dengan nilai mencapai Rp220,69 miliar.
Thomas Wahyu Kalaij, Direktur Utama ARGO dalam keterangan tertulis, Kamis 12 Februari 2026 mengatakan, perolehan kontrak sewa lahan tersebut merupakan implementasi strategi jangka panjang Perseroan untuk penciptaan nilai.
Menurut Thomas, perolehan kontrak sewa ini berpotensi meningkatkan pendapatan dan tingkat okupansi lahan sewa Perseroan, “Sehingga ini akan mendorong kegiatan usaha Perseroan berkembang,” kata Thomas.
Hingga kuartal III 2025, ARGO membukukan pendapatan bersih sebesar Rp85,18 miliar, naik 6,9% dari Rp79,66 miliar pada periode yang sama 2023. Meski pendapatan naik, Perseroan menderita rugi bersih sebesar Rp1,55 milar pada kuartal III 2025. Di periode sama 2024, ARGO mencatat laba bersih Rp5,73 miliar.
Kerugian tersebut disebabkan oleh rugi selisih kurs mata uang asing yang membengkak 288% menjadi Rp20,61 miliar pada kuartal III 2025, dari Rp5,31 miliar periode sama 2024. Adapun beban lain-lain Perseroan melambung 845,37%, dari Rp961 juta di kuartal III 2024 menjadi Rp9,09 miliar kuartal III 2025.
PT Argo Pantes Tbk (ARGO) merupakan perusahaan yang didirikan pada tahun 1977 dan bergerak dalam industri tekstil terpadu, memproduksi benang, kain, dan kain jadi berbahan kapas serta campuran poliester. Perusahaan tersebut memproduksi tekstil berkualitas tinggi untuk pasar domestik dan internasional, serta kini melakukan diversifikasi bisnis ke sektor sewa lahan dan banguna.
Perseroan memiliki tiga bidang usaha utama, yakni Industri Tekstil Terpadu yang memproduksi benang (katun disisir, kapas, poliester) dan kain (tenun, kain jadi, kain greige dan proses produksi yang meliputi pemintalan (spinning), penenunan (weaving), pencelupan (dyeing), dan penyelesaian akhir (finishing). Selain itu, Perseroan mempunyai lini penyewaan properti. Diversifikasi usaha ini dilakukan sejak tahun 2020 melalui penyewaan lahan, gudang, dan perkantoran. (konrad)
