back to top

Investor Cermati Musim Laporan Laba, Bursa Saham Eropa Ditutup Variatif

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (22/1/2026) waktu setempat. Para investor sedang menelaah kumpulan besar laporan laba perusahaan terbaru. Pergerakan pasar menunjukkan sikap hati-hati di tengah kinerja emiten yang beragam.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,49% ke posisi 618,52. Sektor-sektor dan bursa utama di kawasan tersebut berada di wilayah yang beragam. Indeks CAC 40 Perancis naik 0,33% ke level 8.340,56. FTSE MIB Italia melemah 0,62% ke posisi 46.222,95.

Indeks FTSE 100 Inggris merosot 0,67% ke level 10.402,44. DAX Jerman terkoreksi tipis 0,01% ke posisi 24.852,69. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol berkurang 0,82% ke level 17.896,90.

Saham raksasa teknik Siemens berakhir menguat 0,3%. Perusahaan menaikkan prospek laba per saham dasar dari pendapatan bersih menjadi kisaran 10,7 euro hingga 11 euro untuk tahun fiskal 2026. Sebelumnya, perusahaan menargetkan kisaran 10,4 euro hingga 11 euro.

CEO Siemens Roland Busch memberikan tanggapan mengenai investasi pada kecerdasan buatan (AI) dan pusat data. Ia menilai dampak teknologi tersebut akan datang lebih cepat dari perkiraan semula. Hal ini terutama pada sektor manufaktur industri hingga desain produk.

“Ini adalah ruang yang sangat dinamis,” ujar Busch kepada “Europe Early Edition” CNBC. “Kami percaya dampak di dunia nyata, seperti dalam manufaktur industri, perancangan produk atau melihat operasional menggunakan AI akan datang lebih cepat dari yang kita harapkan.”

Saham rumah mode mewah Hermès yang berbasis di Paris naik 2,8%. Perusahaan mencatat lonjakan pendapatan sebesar 9,8% pada kuartal keempat. Penjualan yang kuat di Amerika Serikat (AS) dan Jepang menjadi motor penggerak utama. Laba operasional Hermès mencapai 6,6 miliar euro atau sekitar 7,8 miliar USD yang melampaui estimasi pasar.

Kinerja berbeda dialami saham barang mewah lainnya. Saham LVMH berada sedikit di bawah garis datar. Pemilik Gucci, Kering, turun 0,1% dan saham Richemont melemah 0,03%.

Di sisi lain, perusahaan teknologi finansial asal Belanda, Adyen, anjlok 20% meski mencatat kenaikan pendapatan bersih 17%. Magnum Ice Cream Company juga terjun bebas 18%. Perusahaan lepasan (spinoff) Unilever yang tercatat di bursa Amsterdam ini melaporkan penurunan laba tahunan sebesar 48%.

Saham Mercedes-Benz Group terpantau turun 2%. Laba operasional produsen mobil Jerman ini merosot 57% sepanjang tahun 2025. Perusahaan menghadapi persaingan ketat di China dan hambatan tarif global.

Kejutan terjadi pada saham Schroders yang tercatat di bursa London dengan lonjakan 28,5%. Manajer investasi AS, Nuveen, mengumumkan rencana akuisisi manajer aset independen terbesar Inggris tersebut senilai 9,9 miliar poundsterling atau sekitar 13,5 miliar USD. Aksi ini menciptakan salah satu manajer dana terbesar di dunia dengan aset kelolaan mencapai 2,5 triliun USD.

Operator bursa Jerman, Deutsche Boerse, juga menguat hampir 3%. Perusahaan mengumumkan pembelian 20% saham General Atlantic di penyedia indeks ISS STOXX senilai 1,3 miliar USD. Emiten lain yang turut merilis laporan laba adalah L’Oreal, Anheuser-Busch Inbev, dan British American Tobacco.

Investor kini menantikan data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal keempat dan angka produksi industri Inggris. Sementara itu dari Asia, indeks Nikkei 225 Jepang sempat menyentuh level 58.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Sebaliknya, bursa saham AS bergerak lebih rendah pada hari Kamis karena investor terus melepas saham-saham teknologi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Kekhawatiran Disrupsi AI Hantui Wall Street, Indeks Dow Jones Terperosok 600 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Nikkei Cetak Sejarah Tembus 58.000, Bursa Asia Tetap Perkasa di Tengah Data Tenaga Kerja AS

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas...

Wall Street Melemah, Dow Jones Akhiri Tren Positif Tiga Hari

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru