STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatatkan surat utang senilai total Rp1,27 triliun di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (13/2/2026). Ini terdiri atas Obligasi Berkelanjutan VII TBIG Tahap III Tahun 2026 senilai Rp1,062 triliun, dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I TBIG Tahap III Tahun 2026 sebesar Rp210, 100 miliar.
Menurut pengumuman BEI, Kamis 12 Februari 2026,, surat utang tersebut merupakan bagian dari penawaran umum Obligasi Berkelanjutan VII TBIG senilai total Rp20 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan TBIG I senilai total Rp8 triliun.
Obligasi TBIG terdiri atas seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp700 miliar berbunga tetap 4,85% per tahun dengan jangka waktu 370 hari, seri B Rp189 miliar memiliki tenor tiga tahun dan bunga tetap 5,70% per tahun, serta seri C Rp173 miliar berjangka waktu lima tahun dengan bunga tetap 6,0% per tahun.
Adapun Sukuk Ijarah Berkelanjutan TBIG I Tahap II Tahun 2026 terdiri atas seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp125,100 miliar dengan tenor tiga tahun, dan seri B senilai Rp85 miliar berjangka waktu lima tahun.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi, setelah dikurangi biaya -biaya Emisi Obligasi, akan digunakan untuk Perseroan untuk mendanai sebagian kewajiban Perseroan dalam rangka rencana pelunasan seluruh pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tower Bersama Infrastructure Tahap V Tahun 2025 (“Obligasi Berkelanjutan VI Tahap V”) Seri A pada tanggal jatuh tempo, yaitu 22 Februari 2026.
Sedangkan seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Sukuk Ijarah ini , setelah dikurangi biaya-biaya Emisi Sukuk Ijarah, akan digunakan oleh Perseroan untuk mendanai sebagian kewajiban Perseroan dalam rangka rencana pelunasan seluruh pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tahap V Seri A pada tanggal jatuh tempo, yaitu 22 Februari 2026. (konrad)
