back to top

Bursa Saham Eropa Parkir di Zona Merah, Sentimen AI Picu Aksi Jual

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (13/2/2026) waktu setempat. Pergerakan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap sektor kecerdasan buatan (AI). Sentimen tersebut memicu aksi jual besar-besaran di Wall Street pada malam sebelumnya.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,13% ke posisi 617,70. Bursa utama di kawasan tersebut ditutup pada teritori yang bervariasi. Indeks CAC 40 Perancis melemah 0,35% ke level 8.311,74. FTSE MIB Italia anjlok 1,71% ke posisi 45.430,62.

Indeks FTSE 100 Inggris menguat tipis 0,42% ke level 10.446,35. DAX Jerman tumbuh 0,25% ke posisi 24.914,88. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol terpangkas 1,28% ke level 17.672,40.

Saham perusahaan kedirgantaraan Perancis, Safran, memimpin penguatan di Stoxx 600. Sahamnya melonjak sekitar 8% pada perdagangan Jumat. Safran melaporkan kenaikan laba bersih tahun 2025 sebesar 3,5% secara tahunan menjadi 3,17 miliar euro atau setara 3,8 miliar USD. Pendapatan mereka juga naik 15% menjadi 31,3 miliar euro.

Kabar kurang sedap datang dari sektor perbankan. Saham NatWest Group merosot lebih dari 2%. Padahal, pemberi pinjaman asal Inggris ini mencatat laba kuartal keempat sebesar 1,48 miliar poundsterling. Angka tersebut melampaui estimasi analis sebesar 1,24 miliar poundsterling.

Saham raksasa kosmetik L’Oreal juga turun lebih dari 4%. Perusahaan pengiriman makanan Jerman, Delivery Hero, ikut melemah 4%. Penurunan harga saham kedua perusahaan ini terjadi setelah mereka merilis pembaruan hasil kinerja.

Sektor properti Eropa ikut tertekan aksi jual pada akhir pekan ini. Investor merasa cemas dampak AI terhadap saham real estat, transportasi truk, dan perangkat lunak. Ketakutan ini menjalar setelah pelemahan serupa menimpa saham-saham real estat di Amerika Serikat.

Land Securities, perusahaan pengembang properti komersial terbesar di Inggris, turun 1,6%. Rivalnya, British Land, juga melemah 0,5%. Di sisi lain, saham Segro yang fokus pada ruang bisnis fleksibel justru naik 0,7%.

Dan Ives, Global Head of Tech Research di Wedbush Securities, mengakui adanya tantangan terkait AI bagi sektor tertentu. Terutama pada sektor perangkat lunak. Namun, ia menilai ketakutan pasar saat ini terlalu berlebihan.

“Skenario ‘kiamat’ perangkat lunak sangat berlebihan,” ujar Ives kepada CNBC.

Pasar logam cenderung lesu pada perdagangan Jumat. Hal ini menyusul laporan Financial Times mengenai rencana Presiden AS Donald Trump. Trump kabarnya berencana mengurangi tarif baja dan aluminium. Harga kontrak berjangka aluminium turun 0,8%, sementara baja turun 0,3%.

Di sisi ekonomi makro, data inflasi AS menunjukkan harga konsumen naik 2,4% selama Januari. Laju kenaikan ini lebih lambat dari perkiraan semula. Sementara itu, para pejabat internasional tengah berkumpul di Jerman untuk menghadiri Konferensi Keamanan Munich yang berlangsung hingga Minggu mendatang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Berakhir Variasi, Inflasi Melandai Tapi Pasar Belum Bergairah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Saham Asia Terpuruk Berjamaah, Investor Cemas Gangguan AI

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas...

Kekhawatiran Disrupsi AI Hantui Wall Street, Indeks Dow Jones Terperosok 600 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru