back to top

Minta Restu Stock Split, Dian Swastatika Gelar RUPSLB pada 11 Maret 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Emiten Grup Sinar Mas,  PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 11 Maret 2026. Pelaksanaan RUPSLB tersebut bertujuan untuk meminta restu kepada pemegang saham Perseroan  terkait rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split) DSSA, dari Rp25 menjadi Rp1 per saham (1:25).

Direksi DSSA dalam pengumuman RUPSLB yang disampaikan, Senin 16 Februari 2026 menjelaskan,  Perseroan  akan meminta persetujuan pemegang saham atas rencana pemecahan saham (stock split) perseroan dan penyesuaian Anggaran Dasar perseroan sehubungan dengan pelaksanaan stock split tersebut.

Menurut Direksi, pelaksanaan stock split tersebut dilakukan Perseroan dengan tiga tujuan. Pertama, untuk meningkatkan jumlah lembar saham Perseroan yang beredar, sekaligus menjadikan harga per lembar saham Perseroan lebih terjangkau bagi berbagai kalangan investor.

Kedua, agar saham DSSA  menjangkau basis investor yang lebih luas,. Sehingga diharapkan dapat lebih mendorong penguatan praktik tata kelola perusahaan yang baik serta meningkatkan tanggung jawab dan akuntabilitas Perseroan sebagai perusahaan terbuka.

Ketiga, stock split dimaksudkan untuk mendorong peningkatan volume perdagangan saham Perseroan, sehingga likuiditas saham Perseroan di pasar dapat menjadi lebih baik.

Sebelumnya, Manajemen DSSA dalam prospektus rencana stock split yang diumumkan di Jakarta, Jumat 30 Januari 2026 mengatakan, alasan dilakukannya stock split tersebut  karena harga saham DSSA saat ini relatif tinggi.

Kondisi ini menyebabkan nilai pembelian untuk 1 (satu) lot saham Perseroan hanya terjangkau oleh sebagian kecil investor. Hal ini pada akhirnya berdampak pada keterbatasan likuiditas perdagangan saham Perseroan.

Setelah rencana stock split ini  disetujui oleh pemegang saham dan dilaksanakan sesuai rencana yang ditetapkan, maka jumlah saham beredar DSSA bakal meningkat menjadi 192.638.080.000 unit dari  sebelumnya 7.705.523.200 unit.  (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Direktur Esta Multi Usaha (ESTA) Divestasi Seluruh Saham Perusahaan, Ada Apa

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Andaru Surya Gautama PT Esta Multi Usaha...

Dana IPO Bukalapak Masih Tersisa Rp4,28 Triliun, Ini Penjelasan Manajemen

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) memberikan penjelasan...

Presdir CYBR Patrick Rudolf Dannacher Borong 597.300 Lembar Saham Perusahaan, Ini Tujuannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Prediden Direktur PT ITSEC Asia Tbk (CYBR),...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru