STOCKWATCH.ID JAKARTA)-Kinerja keuangan PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) masih belum pulih. Upaya perbaikan kinerja keuangan yang dilakukan oleh Manajemen Perseroan tampak belum membuahkan hasil positif.
Buktinya, emiten yang bergerak bidang solusi pembayaran digital itu masih mencatat rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp68,12 miliar pada 2025. Nilai kerugian tersebut membengkak 101,95% dibandingkan rugi Rp33,73 miliar pada tahun 2024.
Seperti tergambar dalam laporan keuangan konsolidasi yang disampaikan ke BEI, Senin, 16 Februari 2026, pendapatan bersih CASH turun sebesar 20,35% menjadi Rp110,18 miliar pada 2025, dari Rp138,34 miliar pada periode sama tahun 2024.
Penurunan terbesar pendapatan CASH pada tahun 2025 dari penjualan perangkat yakni sebesar 26,35% menjadi Rp77,02 miliar, dari Rp104,55 miliar pada tahun 2024. Disusul penjualan produk free market discount rate turun 21,85%, dari Rp17,13 miliar menjadi Rp13,38 miliar pada tahun 2025.
Seiring pendapatan, beban pokok pendapatan CASH juga berkurang 24,57% menjadi Rp90,09 miliar pada 2025, dari tahun sebelumnya Rp119,33 miliar. Ini mendorong , laba kotor Perseroan naik 6,14% menjadi Rp20,17 miliar pada 2025 dibanding Rp19,09 miliar pada tahun 2024.
Sementara beban umum dan administrasi Perseroan naik 1,17% menjadi Rp53,33 miliar pada 20265. Perseroan juga mencatat kerugian penurunan nilai piutang sebesar Rp11,16 miliar pada 2025, membengkak 2.995% dari Rp360,83 juta pada 2024. Beban keuangan CASH meningkat 53,67% menjadi Rp10,67 miliar dari Rp6,94 miliar. Akumulasi berbagai beban ini menyebabkan rugi sebelum pajak CASH naik 27,43% jadi Rp54,83 miliar pada 2025, dari Rp43,03 miliar pada 2024.
Dari sisi neraca keuangan, CASH memiliki aset Rp271,63 miliar pada 2025, naik 16,26% dari Rp233,63 miliar pada 2024. Jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan, masing-masing sebesar Rp209,59 miliar dan Rp62,03 miliar pada 2025. (konrad
