Hasil RUPSLB Unilever Indonesia (UNVR): Nurdiana Darus Resmi jadi Direktur Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 13 Februari 2026. RUPSLB yang berlangsung di Grha Unilever, BSD City ini menyepakati perombakan susunan pengurus perseroan.

Agenda utama rapat adalah persetujuan perubahan susunan Direksi Perseroan. Para pemegang saham secara resmi menyetujui pengunduran diri Enny Hartati dan Vandana Suri. Keduanya efektif melepas jabatan sebagai Direktur terhitung sejak 31 Desember 2025.

Sebagai penggantinya, RUPSLB mengangkat Nurdiana Darus sebagai Direktur baru. Masa jabatan Nurdiana mulai berlaku efektif pada 13 Februari 2026. Penunjukan ini merujuk pada rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan.

“Menyetujui pengunduran diri Ibu Enny Hartati dan Ibu Vandana Suri masing-masing dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan,” tulis Notaris Syarifudin, S.H. dalam resume hasil rapat tersebut.

Berikut adalah susunan terbaru Direksi UNVR per 13 Februari 2026:

  • Presiden Direktur: Benjie Go Yap
  • Direktur: Neeraj Lal
  • Direktur: Alejandro Meinardo Jr. Santos Concha
  • Direktur: Hendri Widiarta
  • Direktur: Ibu Nurdiana Darus

Selain perubahan pengurus, pemegang saham menyetujui agenda kedua. Keputusan ini terkait pendelegasian wewenang kepada Dewan Komisaris.

Dewan Komisaris kini berhak menyetujui setiap perubahan atau penyesuaian Peraturan Dana Pensiun Perseroan. Hal ini mencakup ketentuan yang berdampak pada perubahan pendanaan sepanjang mematuhi undang-undang.

RUPSLBini dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 35.138.277.220 saham. Jumlah ini setara dengan 92,515% dari total seluruh saham perseroan yang berjumlah 37.981.233.300 saham.

Hasil pemungutan suara menunjukkan dukungan mayoritas pada kedua agenda. Agenda pertama meraih 35.098.240.273 suara setuju. Sementara agenda kedua mendapat dukungan 33.372.775.409 suara setuju.

Pihak manajemen memastikan seluruh prosedur hukum telah terpenuhi. Pemberitahuan rencana rapat sudah disampaikan kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia sejak Desember 2025. Perseroan juga menggunakan sistem eASY.KSEI untuk memfasilitasi kehadiran pemegang saham secara elektronik.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Tak Ada Ampun! OJK Hukum 233 Pihak demi Jaga Integritas Pasar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat...

Tampil di Thailand Rail 2026, WIKA Beton Pertegas Posisi Sebagai Pakar Sistem Perkeretaapian Modern

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) tampil...

Dorong Program Hilirisasi Emas, Hartadinata, Danusa Tambang dan Agincourt Berkolaborasi, Ini Tujuannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) bersama PT...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru