STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) memberikan jawaban atas pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini terkait kenaikan harga saham perseroan yang sangat tinggi dalam satu tahun terakhir.
Rian Fachmi, Corporate Secretary BUVA, menyampaikan penjelasan tersebut dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (19/2/2026). Manajemen menilai peningkatan harga saham merupakan apresiasi positif dari pasar.
Kenaikan tersebut berkaitan erat dengan keterbukaan informasi perseroan sepanjang tahun 2025. Pergerakan harga ini mencerminkan keyakinan investor terhadap sinergi pertumbuhan perusahaan.
Faktor pendorong utama lainnya adalah pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue pada November 2025. Aksi korporasi ini memperkuat struktur permodalan perusahaan.
Melalui rights issue tersebut, emiten yang turut dimiliki oleh pengusaha Happy Hapsoro yang juga suami Ketua DPR RI Puan Maharani ini meraup dana segar sekitar Rp603 miliar. Dana ini digunakan untuk membiayai ekspansi usaha berkelanjutan.
Salah satu langkah besar BUVA adalah mengakuisisi 99,99% saham PT Bukit Permai Properti (BPP). Nilai transaksi final pengambilalihan BPP mencapai Rp536,2 miliar.
Rian merinci, sebanyak Rp416,2 miliar dana akuisisi berasal dari hasil rights issue pertama. Sisanya sebesar Rp119,9 miliar diambil dari kas internal perseroan.
Fokus utama lainnya adalah pengembangan lahan di kawasan Pecatu, Bali. Perusahaan sudah merealisasikan penyertaan modal sebesar Rp76,6 miliar untuk proyek strategis tersebut.
Hingga saat ini, sisa dana PMHMETD I tercatat sebesar Rp107,4 miliar. Dana ini disimpan manajemen untuk pengembangan aset lebih lanjut di masa depan.
Berdasarkan data perdagangan Rabu (18/2/2026), saham BUVA ditutup pada level Rp1.450 per saham. Angka ini naik 115 poin atau melesat 8,61% dari penutupan sebelumnya di harga Rp1.335 per saham.
Sepanjang hari tersebut, saham BUVA sempat menyentuh harga tertinggi pada level Rp1.515 per saham. Volume perdagangan tercatat mencapai 359.976.500 lembar saham.
Saat ini, kapitalisasi pasar BUVA telah menembus Rp35,69 triliun. Dalam setahun terakhir, harga saham ini bergerak fluktuatif pada rentang Rp60 hingga Rp2.320 per saham.
“Peningkatan harga saham merupakan cerminan dari keyakinan investor terhadap sinergi pertumbuhan yang dirancang Perseroan,” ujar Rian.
