STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Energi Batubara Indonesia (EBI) menambah modal pada PT Sekti Rahayu Indah (SRI), Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan batubara. Adapun EBI sendiri merupakan entitas anak dari emiten pertambangan batubara, PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO).
Transaksi ini berlangsung pada 18 Februari 2026. Nilai peningkatan modal ditempatkan dan disetor tersebut mencapai Rp212,52 miliar.
Direktur CNKO, Erry Indriyana menyampaikan informasi tersebut melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis (19/2/2026). Suntikan dana ini membuat modal SRI melonjak signifikan.
Kini, total modal dasar dan ditempatkan pada SRI menjadi Rp248,22 miliar. Sebelumnya, nilai modal perusahaan terkendali tersebut berada di bawah angka tersebut.
Kepemilikan saham EBI di dalam SRI juga mengalami perubahan. Saat ini, EBI menggenggam sebanyak 495.840 lembar saham.
Jumlah tersebut setara dengan porsi kepemilikan sebesar 99,88%. Angka ini menunjukkan dominasi penuh EBI atas perusahaan tersebut.
Erry menjelaskan transaksi ini masuk dalam kategori transaksi material. Nilainya tercatat melebihi 10% dari total aset perseroan.
Selain material, langkah ini merupakan transaksi afiliasi. Hal tersebut karena proses peningkatan modal dilakukan antarperusahaan terkendali dari perseroan yang sama.
Meskipun melibatkan dana besar, manajemen memastikan tidak ada dampak negatif bagi perusahaan. Kegiatan operasional, kondisi keuangan, hingga kelangsungan usaha tetap berjalan normal.
“Transaksi ini merupakan transaksi material karena melebihi 10% total aset Perseroan,” ujar Erry Indriyana.
