back to top

Ancaman Serangan ke Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Hampir 2%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak sekitar 2% pada akhir perdagangan Kamis (19/2/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (20/2/2026) WIB. Kenaikan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia akan segera memutuskan tindakan militer terhadap Iran.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent naik 1,31 USD atau 1,86%. Harga minyak acuan global ini berakhir pada posisi 71,66 USD per barel, di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,24 USD atau 1,9%. Minyak WTI ditutup pada level 66,43 USD per barel, di New York Mercantile Exchange.

Harga minyak terus bergerak mendaki sepanjang minggu ini. Kekhawatiran akan serangan AS ke Iran menjadi pemicu utamanya. WTI telah menguat lebih dari 5% pekan ini dan melonjak hampir 16% sejak awal tahun.

Ketegangan meningkat setelah Trump berbicara pada rapat perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace). Ia menyatakan keputusan mengenai serangan militer akan diambil dalam 10 hari ke depan.

“Jadi sekarang kita mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak,” ujar Trump. Ia menambahkan, “Mungkin kita akan membuat kesepakatan. Anda akan mengetahuinya dalam kemungkinan 10 hari ke depan.”

Trump menilai upaya perundingan dengan Iran bukan perkara mudah. Ia mendesak adanya kesepakatan yang bermakna untuk menghindari dampak buruk.

“Telah terbukti selama bertahun-tahun tidak mudah untuk membuat kesepakatan yang berarti dengan Iran,” tutur Presiden AS tersebut. Menurutnya, “Kita harus membuat kesepakatan yang berarti, jika tidak, hal buruk akan terjadi.”

Saat ini AS tengah melakukan penguatan militer besar-besaran di Timur Tengah. Kapal induk USS Abraham Lincoln sudah berada di wilayah tersebut. Kapal induk kedua, USS Gerald Ford, dilaporkan sedang dalam perjalanan.

Situasi geopolitik ini semakin panas setelah perundingan nuklir di Jenewa belum menemui titik temu. Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner telah bertemu pihak Iran minggu ini.

Wakil Presiden AS JD Vance menyebut Iran belum menanggapi batasan tegas (red lines) dari Trump. Di sisi lain, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengungkapkan posisi kedua negara masih sangat jauh pada beberapa isu.

“Ada banyak alasan dan argumen yang bisa dibuat seseorang untuk melakukan serangan terhadap Iran,” kata Karoline Leavitt.

Kekhawatiran pasar juga muncul akibat latihan militer Garda Revolusi Iran di Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur perdagangan minyak paling krusial di dunia. Para pedagang khawatir konflik bersenjata dapat memutus aliran pasokan minyak mentah global melalui jalur tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Tensi AS-Iran Memanas, Harga Emas Dunia Bertahan di Level USD 4.979

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia cenderung bergerak mendatar...

Geopolitik Memanas, Harga Emas Dunia Terbang Tinggi

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali menguat pada...

Iran Abaikan Tuntutan AS, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 4%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak lebih dari...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru