STOCKWATCH.ID (WASHINGTON DC) – Pemerintah Indonesia berencana membeli 50 unit pesawat dari perusahaan asal Amerika Serikat, Boeing. Rencana besar ini diumumkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani.
Pembelian tersebut menjadi bagian dari kesepakatan dagang bertajuk “Towards a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance”. Perjanjian Agreement of Reciprocal Trade itu ditandatangani langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Penandatanganan berlangsung pada Kamis malam (19/2/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (20/2/2026) WIB. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pertemuan bilateral kedua pemimpin berjalan produktif.
“Pertemuan bilateral antara kedua pemimpin itu berjalan cukup lama, sekitar 30 menit setelah kegiatan Board of Business tadi pagi,” ujar Airlangga dalam keterangan pers daring.
Rosan menjelaskan, rencana pembelian 50 pesawat Boeing menjadi bagian penting dalam negosiasi tarif resiprokal antara kedua negara. Pelaksanaannya akan melibatkan Kementerian Investasi dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Sebagai bagian dari kesepakatan, tarif ekspor Indonesia ke AS akan turun dari 32% menjadi 19%.
“Ada beberapa kesepakatan, di antaranya rencana pembelian 50 pesawat Boeing yang nantinya akan kita bicarakan lebih lanjut dengan pihak Boeing,” kata Rosan, yang juga menjabat sebagai CEO BPI Danantara.
Seperti diberitakan sebelumnya, pengadaan armada baru ini direncanakan dilakukan oleh maskapai pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat industri penerbangan nasional sekaligus mendukung transformasi bisnis perseroan.
Manajemen Garuda sebelumnya juga mengonfirmasi tengah menjalin komunikasi intensif dengan pihak Boeing. Transformasi yang dijalankan mencakup penambahan dan penguatan armada serta perluasan jaringan penerbangan dalam lima tahun ke depan.
Perusahaan optimistis strategi ini dapat memperbaiki kinerja keuangan. Untuk pendanaan, Garuda mengacu pada skema penyehatan keuangan dalam rancangan restrukturisasi yang telah mendapat persetujuan pemerintah dan pemegang saham melalui RUPSLB. Perseroan juga sedang berkomunikasi dengan sejumlah calon pemberi dana.
Ke depan, Garuda akan merasionalisasi rute penerbangan berdasarkan potensi keuntungan dan strategi jaringan. Mayoritas pesawat yang direncanakan untuk dibeli diproyeksikan bertipe Boeing 777.
