STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan obligasi berkelanjutan III tahap III tahun 2026 senilai Rp2,067 triliun di Bursa Efek Indonesia pada 23 Februari 2026. Obligasi tersebut merupakan bagian dari penawaran umum obligasi berkelanjutan III JSMR senilai total Rp4 triliun.
Menurut pengumuman BEI, dikutip Minggu (22/2/2026), JSMR telah melakukan penawaran pada 13 Februari 2026. Obligasi JSMR ini terdiri atas empat seri, yaitu seri A sebesar Rp281,825 miliar dengan bunga tetap 5,70% per tahun dengan tenor tiga tahun. Seri B sebesar Rp718,175 miliar berjangka waktu lima tahun dengan bunga tetap 6,15% per tahun. Jumlah obligasi seri C yang ditawarkan sebesar Rp300 miliar dengan bunga 6,50% per tahun dan berjangka waktu tujuh tahun, dan seri D sebesar Rp767,650 miliar berjangka waktu 10 tahun dan bunga 6,76% per sahun.
Bunga obligasi JSMR akan dibayarkan setiap tiga bulan. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 20 Mei 2026. Sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi, pada tanggal 20 Februari 2029 untuk seri A, tanggal 20 Februari 2031 untuk seri B, tanggal 20 Februari 2033 untuk seri C, dan 20 Februari 3036 untuk obligasi seri D. Pelunasan obligasi dilakukan secara penuh pada saat jatuh tempo.
Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi akan digunakan untuk dua keperluan. Pertama, sebesar Rp1,30 triliun akan digunakan Perseroan untuk penyetoran modal kepada JJS sebesar 1.300.000 lembar saham. JJS merupakan perusahaan afiliasi dari Perseroan yang menjalankan kegiatan usaha Jal Tol Jakarta – Cikampek II Selatan (Jatiasih – Cipularang – Sadang).
Kedua, sisanya sebesar Rp767,650 miliar akan digunakan Perseroan untuk penyetoran modal kepada JJB sebanyak 767.650 lembar saham melalui peningkatam modal kepada JJK. JJB berupakan afiliasi dari Perseroan yang menjalankan kegiatan usaha Jalan Tol Yogyakarta – Bawen.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi JSMR III tahap III Tahun 2026, yakni PT Mandiri Sekuritas (terafiliasi), PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), dan PT BRI Danareksa Sekuritas (terafiliasi), serta PT Bank Mega Tbk (MEGA) sebagai wali amanat.
