back to top

Bursa Saham Asia Mayoritas Melemah, Kospi Korea Selatan Justru Cetak Rekor

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas melemah pada penutupan perdagangan Jumat (20/2/2026). Sentimen negatif ini dipicu oleh memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Di sisi lain, indeks Kospi di Korea Selatan justru melaju kencang mencetak rekor tertinggi.

Mengutip CNBC International, indeks Kospi Korea Selatan ditutup naik 2,31% ke level 5.808,53. Pencapaian ini menjadi rekor tertinggi selama dua hari berturut-turut. Kenaikan Kospi ditopang oleh lonjakan saham semikonduktor dan pertahanan.

Saham kelas berat SK Hynix melesat naik 6,15%. Perusahaan raksasa pertahanan Hanwha Aerospace juga melonjak tajam hingga 8,09%. Anomali di bursa Korea Selatan ini terjadi di tengah lesunya pasar regional.

Bursa Asia-Pasifik lainnya mayoritas merosot mengikuti jejak pelemahan Wall Street. Tiga indeks utama AS kompak turun akibat tekanan pada saham kredit swasta. Rencana Presiden AS Donald Trump menimbang aksi militer ke Iran dalam 10 hari ke depan ikut menekan pasar.

Isu geopolitik ini langsung memicu kenaikan harga minyak dunia. Minyak mentah AS naik 0,93% menjadi USD 67,05 per barel. Minyak mentah acuan global Brent juga naik 0,33% ke level USD 71,9 per barel.

Di Jepang, investor mencerna rilis data inflasi terbaru. Inflasi utama Januari turun di bawah target Bank of Japan sebesar 2%. Penurunan ini merupakan yang pertama kalinya dalam 45 bulan terakhir. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun juga turun 4 basis poin.

Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 1,12% ke posisi 56.825,70. Pelemahan ini terseret oleh jatuhnya saham-saham siklikal konsumen. Indeks Topix juga turun 1,13% dan berakhir di level 3.808,48. Saham Sumitomo Pharma sempat naik 6,81% di awal sesi sebelum akhirnya ditutup anjlok 15,6%.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memberikan pidato kebijakan pertamanya di parlemen. Takaichi menyoroti tindakan paksaan dari Tiongkok.

“[Tiongkok] mengintensifkan upayanya untuk secara sepihak mengubah status quo … di Laut Tiongkok Timur dan Laut Tiongkok Selatan,” tegas Takaichi.

Takaichi berjanji akan meninggalkan penghematan fiskal yang berlebihan. Pemerintahannya siap meningkatkan investasi pada sektor kecerdasan buatan, cip, dan pembuatan kapal. Meski begitu, ia memastikan pemerintah tidak akan mengambil kebijakan fiskal yang ceroboh.

Bursa saham Hong Kong ikut masuk ke zona merah. Indeks Hang Seng turun 0,98% ke level 26.443,69 akibat tekanan saham teknologi. Sementara itu, pasar saham di Tiongkok daratan tutup karena libur Tahun Baru Imlek.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 ditutup turun tipis 0,05% di level 9.081,40. Berbeda arah, indeks Nifty 50 di India berhasil menguat 0,46% ke posisi 25.571,25.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Menghijau, Indeks Dow Jones Naik 230 Poin Usai MA AS Batalkan Tarif Trump

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Putusan Mahkamah Agung AS Jegal Tarif Trump, Bursa Saham Eropa Melaju Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Kebijakan Ekonomi Andalan Kandas, Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Impor Era Trump

STOCKWATCH.ID (WASHINTON DC) - Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru