Barito Mas Kuasai 61,87% Saham STRK, Publik 22,17% dan Phillip Securities 15,96%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) merilis laporan bulanan registrasi pemegang efek untuk periode Maret 2026. Berdasarkan laporan tersebut, PT Barito Mas Sukses tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan mayoritas.

Emiten produsen minuman beralkohol ini mencatatkan total modal ditempatkan dan disetor penuh mencapai 10,72 miliar saham. Febriana Veronika Adam, Corporate Secretary STRK, menyampaikan laporan ini dalam keterbukaan informasi kepada otoritas bursa.

“Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek PT Lovina Beach Brewery Tbk. periode 31 Maret 2026 telah disusun oleh PT Bima Registra,” ujar Febriana dalam keterbukaan informasi dikutip Senin (13/4/2026).

PT Barito Mas Sukses menggenggam 6,63 miliar saham atau setara 61,87%. Adapun Christopher Sumasto Tjia menjadi pemegang saham pengendali melalui perusahaan yang beralamat di Jalan Hayam Wuruk itu.

Pemegang saham besar lainnya adalah Phillip Securities Pte Ltd. Perusahaan asal luar negeri ini menguasai 1,71 miliar saham. Porsi kepemilikan tersebut setara dengan 15,96%.

Total pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5% mencapai 77,83% atau 8,34 miliar saham. Sementara itu, masyarakat dengan kepemilikan di bawah 5% menguasai 2,37 miliar saham. Jumlah ini setara dengan 22,17% dari total modal disetor.

Menariknya, seluruh jajaran direksi dan komisaris STRK melaporkan nihil kepemilikan saham. Komisaris Utama Jacob Suryanata dan Komisaris Yosep Solihin Yo tercatat memiliki 0% saham.

Kondisi yang sama terlihat pada jajaran direksi. Direktur Utama Bona Budhisurya serta dua direktur lainnya, Anna Vanessa dan Albert, juga tidak memiliki satu lembar pun saham perusahaan.

Dilihat dari komposisi jenis pemodal, investor nasional masih mendominasi kepemilikan STRK. Pemodal nasional menguasai 8,85 miliar saham atau 82,57%. Investor asing memiliki sisanya sebesar 1,86 miliar saham atau 17,43%.

Penyebaran kepemilikan saham STRK secara geografis paling besar berada di DKI Jakarta. Investor asal Jakarta memegang 8,16 miliar saham atau 76,16%. Posisi kedua ditempati oleh investor luar negeri dengan porsi 17,16% atau 1,83 miliar saham.

Wilayah lain seperti Banten menyumbang 2,17% kepemilikan saham. Jawa Barat dan Sumatera Selatan masing-masing memiliki porsi 1,36% dan 1,22%. Sebaran investor lainnya tersebar tipis di berbagai wilayah Indonesia mulai dari Bali hingga Sumatera Utara.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BFIN Gelar RUPS 20 Mei, Minta Restu Alihkan 290 Juta Saham Treasury Senilai Rp223 Miliar untuk MESOP

STOCKWATCH.ID (TANGERANG SELATAN) – PT BFI Finance Indonesia Tbk...

Naik 0,46%, IHSG Sesi I ke 7.492,731 Diungkit Sederet Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Rogoh Kocek Rp51 Miliar, Pengendali Serok 2,18% Saham Garuda Metalindo (BOLT)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Garuda Multi Investama (GMI), pemegang saham pengendali  PT...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru