back to top

Abaikan Ancaman Tarif Trump, Indeks Kospi Korea Selatan Cetak Rekor Tertinggi

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Selasa (27/1/2026). Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan bahkan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Sentimen positif ini muncul di tengah ancaman kenaikan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap ekonomi Seoul.

Mengutip CNBC International, Trump menyampaikan ancaman tersebut melalui akun Truth Social miliknya. Ia menyoroti keterlambatan persetujuan kesepakatan dagang antara kedua negara. Trump menyebut “legislatur negara tersebut belum menyetujui kesepakatan perdagangan Seoul dengan Washington.”

Presiden AS itu menegaskan akan mengambil langkah tegas terkait tarif. Ia menyatakan “tarif untuk Korea Selatan akan naik menjadi 25%, dari 15%.” Meski ada ancaman tersebut, pasar Korea Selatan justru bereaksi positif.

Indeks Kospi berhasil membalikkan kerugian awal dan melonjak 2,73% ke level 5.084,85. Angka ini merupakan rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah. Indeks Kosdaq yang mencakup saham berkapitalisasi kecil juga naik 1,71% ke posisi 1.082,59, level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Saham raksasa otomotif sempat tertekan pada awal pembukaan pasar. Harga saham Hyundai anjlok hingga 4% dan Kia merosot 5%. Namun, keduanya berhasil memangkas kerugian saat penutupan dengan Hyundai turun 0,81% dan Kia melemah 1,1%.

Bursa Jepang juga mencatatkan kinerja positif setelah sempat melemah. Indeks Nikkei 225 naik 0,85% dan berakhir di posisi 53.333,54. Penguatan ini didorong oleh aksi beli pada saham-saham sektor industri dan teknologi. Indeks Topix yang lebih luas ikut terkerek 0,31% menjadi 3.563,59.

Pasar saham Australia turut menghijau setelah kembali dari hari libur. Indeks S&P/ASX 200 ditutup naik 0,92% ke level 8.941,6. Pencapaian ini merupakan level tertinggi dalam hampir tiga bulan terakhir bagi bursa Negeri Kanguru tersebut.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng melonjak 1,27% pada jam terakhir perdagangan. Saham-saham sektor bahan baku menjadi motor penggerak utama kenaikan indeks. Sementara itu, indeks CSI 300 di China daratan berakhir turun tipis ke posisi 4.705,69.

Saham Anta Sports di bursa Hong Kong merangkak naik 1,57%. Investor merespons pengumuman perusahaan mengenai rencana pembelian 29,06% saham raksasa perlengkapan olahraga Puma. Nilai kesepakatan tersebut mencapai USD 1,8 miliar.

Bursa India juga terpantau menguat. Indeks Nifty 50 naik 0,51% dan ditutup pada level 25.175,40. Secara keseluruhan, hampir seluruh bursa utama di Asia berada di zona hijau.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Tambang Emas Pani Milik Merdeka Gold Resources Mulai Produksi di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)...

Bakal Bangun Smelter di Pomalaa, Vale Indonesia (INCO) Dukung Praktik Pertambangan Berkelanjutan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Vale Indonesia Tbk (INCO) atau...

Kinerja Operasional IPCC pada 2025 Meningkat Berkat Transformasi Digital Terintegrasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru