Sabtu, Januari 10, 2026
29.1 C
Jakarta

Aksi Ambil Untung Tekan Harga Emas, Logam Mulia Lainnya Ikut Tumbang

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia berakhir melemah pada perdagangan Rabu (7/1/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (8/1/2026) WIB. Logam mulia ini turun lebih dari 1% setelah investor ramai-ramai melakukan aksi ambil untung atau profit taking. Langkah ini diambil menyusul reli kenaikan harga yang terjadi baru-baru ini.

Mengutip CNBC International, harga emas spot tercatat turun 0,9% menjadi USD 4.445,32 per ons. Sebelumnya, harga sempat terperosok hingga 1,7% ke level USD 4.422,89 pada awal sesi. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup melemah 0,7% di posisi USD 4.462,50.

David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, memberikan pandangannya terkait penurunan ini.

“Kami melihat penarikan hari ini sebagai pengambilan untung umum setelah lonjakan baru-baru ini,” ujarnya.

Meskipun turun, pelemahan emas sedikit tertahan oleh data ekonomi Amerika Serikat (AS). Data tenaga kerja AS ternyata lebih lemah dari perkiraan. Hal ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga. Emas biasanya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Lowongan pekerjaan di AS turun lebih banyak dari prediksi pada bulan November. Selain itu, laporan ADP menunjukkan penambahan gaji sektor swasta pada Desember juga di bawah ekspektasi pasar.

“Tetapi data ketenagakerjaan yang lebih lemah terus mendukung kasus pelonggaran The Fed, yang telah menopang harga emas baru-baru ini,” tambah Meger.

Pasar kini mengantisipasi pemangkasan suku bunga sebesar 61 basis poin tahun ini. Fokus investor sekarang beralih ke laporan nonfarm payrolls yang akan dirilis pada hari Jumat.

Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik masih membayangi pasar. Hal ini terjadi setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro akhir pekan lalu. Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan rencana untuk mengolah dan menjual minyak mentah Venezuela. Secara terpisah, Gedung Putih mengonfirmasi diskusi tentang akuisisi Greenland yang mungkin melibatkan militer.

Faktor pendukung lain bagi emas datang dari Asia. Bank sentral China memperpanjang pembelian emas mereka selama 14 bulan berturut-turut pada bulan Desember.

“Data dari China terus menunjukkan permintaan kuat yang kami lihat dari Asia … dan lagi, satu alasan lagi mengapa kami melihat dorongan baru-baru ini ke sisi atas,” kata Meger.

Koreksi harga tidak hanya terjadi pada emas. Logam mulia lainnya justru mengalami penurunan yang lebih tajam. Harga perak spot anjlok 4,1% menjadi USD 77,93 per ons. HSBC menaikkan perkiraan harga perak tahun 2026 menjadi USD 68,25, namun memperingatkan adanya potensi volatilitas.

Nasib serupa dialami oleh platinum dan palladium. Platinum jatuh 6,5% menjadi USD 2.285,75. Sedangkan palladium diperdagangkan 5,2% lebih rendah di level USD 1.727,40.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Emas Masih ‘Anteng’ di Level USD 4.452, Analis Ramal Bisa Tembus USD 5.000

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak stabil pada...

Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Pasokan Global Jadi Sorotan

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia ditutup menguat tajam...

Trump Borong Minyak Venezuela, Harga Emas Hitam Dunia Anjlok 2%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia kembali melanjutkan penurunannya...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru