Anak Usaha Singaraja Putra (SINI) Mulai Produksi Batubara, Segini Nilainya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Persada Kapuas Prima (PKP), anak usaha PT Singaraja Putra Tbk (SINI) telah mulai memproduksi batubara. Hal itu dikemukakan Novraym Vianus Keriahenta Meliala, ST, Direktur...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Persada Kapuas Prima (PKP), anak usaha PT Singaraja Putra Tbk (SINI) telah mulai memproduksi batubara. Hal itu dikemukakan Novraym Vianus Keriahenta Meliala, ST, Direktur SINI.
Novraym menyampakan, dengan dilaksanakannya First Cut Ceremony oleh PKP bersama dengan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha dari PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) pada 14 Juni 2025 di Site PKP, Desa Karukus, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah menandai telah dimulainya kegiatan operasional produksi tambang batubara PKP di wilayah Kalimantan Tengah.
Produksi tambang batubara tersebut merupakan realisasi dari kontrak yang telah ditandatangani sebelumnya oleh PKP dan BUMA dengan jangka waktu sepanjang umur tambang (Life of Mine), dengan jumlah produksi batubara sebanyak 60 juta ton dan perkiraan total pendapatan sebesar US2,64 miliar atau setara dengan Rp43 triliun dalam kurun waktu 9 tahun.
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Market Cap BEI Naik 0,48 Persen Jadi Rp10.923T Dalam Sepekan
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%