Antusias Suporter Membeludak! War Tiket Timnas Bikin Server Livin’ by Mandiri Tumbang?
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Antusiasme suporter untuk menyaksikan laga antara Timnas Indonesia vs Bahrain rupanya sangat tinggi sekali. Terbukti terjadi war untuk berburu tiket pertandingan laga yang sa...
Ketika stockwatch.id menghubungi pihak humas PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, mereka mengonfirmasi adanya kendala teknis dan sedang melakukan perbaikan. "Sedang diresolve," ujarnya singkat.
Setelah mencoba selama sekitar 45 menit, akhirnya muncul pemberitahuan di laman Sukha News dalam aplikasi Livin’ by Mandiri. Pengumuman itu menyebutkan bahwa antrean pembelian tiket Timnas sedang tinggi.
"Saat ini antrean pembelian tiket Timnas sedang tinggi. Kamu bisa coba akses Sukha untuk pembelian tiketnya secara berkala, ya!" demikian isi pemberitahuan tersebut.
Di sisi lain, PSSI kembali mengingatkan suporter untuk membeli tiket hanya melalui jalur resmi. "Bagi penonton atau suporter yang ingin membeli tiket, PSSI mengimbau tidak membeli di calo, jadi via online karena caranya mudah. Jika membeli lewat calo dipastikan harga lebih mahal, keaslian tiket tidak terjamin, dan risiko-risiko lainnya," tulis PSSI dalam keterangannya.
Harga tiket bervariasi, dengan kategori VIP Barat dan Timur dijual seharga Rp1,75 juta, sementara tiket termurah dibanderol Rp300 ribu.
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Perkuat Daya Saing UMKM, Bank BRI Sukses Bawa Tenun Troso KAINRATU Tembus Pasar...
- Buntut Bentrokan Usai Final Piala Dunia 2026, Timnas Argentina Terancam Sanksi F...
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro