AS-Iran Kembali Saling Serang, Aktivitas Kapal di Selat Hormuz Merosot Tajam
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling melancarkan serangan hingga Kamis (10/7/2026) waktu saetempat. Eskalasi konflik ini memicu penurunan tajam lalu lintas kapal...
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling melancarkan serangan hingga Kamis (10/7/2026) waktu saetempat. Eskalasi konflik ini memicu penurunan tajam lalu lintas kapal di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.
Mengutip BBC, Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan telah menyerang 90 target militer Iran, termasuk sistem pertahanan udara dan infrastruktur logistik militer di sepanjang pesisir Iran.
Dalam keterangannya, Centcom menyebut serangan dilakukan untuk mengurangi kemampuan Iran menyerang kapal dagang dan pelaut sipil yang melintasi jalur perairan internasional tersebut.
"Serangan terbaru dilakukan untuk semakin melemahkan kemampuan Iran menyerang pelayaran komersial dan pelaut sipil yang melintasi jalur perairan vital internasional," tulis Centcom.
Iran melaporkan sedikitnya 14 orang tewas dan 78 orang terluka dalam dua hari terakhir di lima provinsi. Media pemerintah Iran juga menyebut sejumlah lokasi di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr ikut menjadi sasaran serangan.
Sebagai balasan, Iran mengklaim menyerang aset-aset AS di Kuwait, Bahrain, dan Qatar. Beberapa jam kemudian, media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran melaporkan serangan lanjutan ke lokasi di Kuwait, Yordania, dan Irak.
Negara-negara Teluk juga melaporkan dampak serangan tersebut. Ledakan terdengar di ibu kota Bahrain, Manama, sementara Kuwait mengaku berhasil mencegat rudal dan drone. Qatar mengeluarkan peringatan keamanan.
Di Iran bagian selatan, ledakan juga dilaporkan terjadi di pelabuhan Konarak. Seorang pejabat setempat mengatakan fasilitas angkatan laut diserang oleh "musuh". Namun, pejabat pertahanan AS kepada BBC membantah melakukan serangan baru dalam beberapa jam terakhir.
- Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tah...
- Tingkatkan Kualitas SDM, BNI Perkuat Tata Kelola Lewat LSP dan Sertifikasi ISO
- Direktur WINS Sugiman Layanto Borong 5,99 Juta Saham, Ini Tujuannya
- Sinergi dengan Danantara, Telkom Bidik Pertumbuhan Bisnis Enterprise hingga 30%
- Prabowo Umumkan Jakarta dan Bali Jadi Lokasi PFII, Buka Opsi Daerah Lain
- Prabowo Tegaskan 4 Pedoman Utama Pemerintahannya dalam Memimpin Indonesia
- Wall Street Menguat, S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
- Mayoritas Bursa Saham Eropa Parkir di Zona Merah Meski Tekanan Inflasi AS Mered...
- Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tah...
- Tingkatkan Kualitas SDM, BNI Perkuat Tata Kelola Lewat LSP dan Sertifikasi ISO