STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melambung hampir 3% pada akhir perdagangan Jumat (23/1/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (24/1/2026) WIB. Kenaikan tajam ini dipicu oleh langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang meningkatkan tekanan terhadap Iran.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret melonjak 1,82 USD atau 2,84%. Minyak acuan global ini ditutup pada level 65,88 USD per barel di London ICE Futures Exchange.
Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,71 USD atau 2,88%. Minyak WTI berakhir pada posisi 61,07 USD per barel di New York Mercantile Exchange.
Trump kembali memperketat sanksi terhadap kapal-kapal yang mengangkut minyak dari negara Timur Tengah tersebut. Langkah ini merupakan peringatan keras kepada Teheran agar tidak memulai kembali program nuklirnya.
Selain sanksi ekonomi, AS juga mengerahkan kekuatan militer ke kawasan tersebut. Seorang pejabat AS memberikan konfirmasi terkait pergerakan militer ini kepada awak media.
“Kapal perang, termasuk kapal induk dan kapal perusak rudal kendali, akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang,” kata seorang pejabat AS.
Departemen Keuangan AS secara resmi menjatuhkan sanksi kepada sembilan kapal pengangkut minyak Iran. Delapan perusahaan yang terlibat dalam transportasi produk minyak bumi Iran juga masuk dalam daftar hitam tersebut.
Kondisi ini memicu kekhawatiran pelaku pasar akan adanya gangguan pasokan minyak mentah. Iran merupakan produsen minyak terbesar keempat di OPEC setelah Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab.
Data OPEC menunjukkan Iran memproduksi sekitar 3,2 juta barel per hari. Negara ini juga menjadi eksportir utama bagi China sebagai konsumen minyak terbesar kedua di dunia.
Sentimen kenaikan harga minyak juga diperparah oleh gangguan pasokan dari Kazakhstan. Ladang minyak Tengiz yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia masih kesulitan memulihkan produksinya.
Chevron melaporkan operasional di ladang Tengiz terhenti sejak Senin lalu akibat insiden kebakaran. Gangguan ini menambah beban industri minyak Kazakhstan yang sebelumnya sudah terkendala di pintu ekspor Laut Hitam.
JP Morgan memprediksi produksi minyak mentah Kazakhstan hanya akan mencapai 1 juta hingga 1,1 juta barel per hari sepanjang Januari. Padahal, tingkat produksi normal negara tersebut mencapai sekitar 1,8 juta barel per hari.
Kenaikan harga minyak hari ini sekaligus membalikkan tren penurunan yang terjadi pada hari sebelumnya. Pada Kamis lalu, harga minyak sempat jatuh 2% setelah Trump melunakkan ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa.
Tensi geopolitik di awal pekan juga sempat dipengaruhi oleh isu wilayah Greenland. Namun, Trump menyatakan kesepakatan dengan Denmark dan NATO telah tercapai untuk memberikan akses total bagi AS ke wilayah tersebut.
