Astra International Bagi Dividen Final Rp308 per Saham
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Astra International Tbk (ASII) yang dilaksanakan di Jakarta pada hari ini, Kamis (08/5/2025) telah memutuskan untuk membagikan...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Astra International Tbk (ASII) yang dilaksanakan di Jakarta pada hari ini, Kamis (08/5/2025) telah memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku yang berakhir 31 Desember 2024 sebesar Rp16,43 triliun atau Rp406 per saham.
Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, dalam pengumuman hasil RUPS, Kamis (08/8/2025) mengemukakan, pembayaran dividen tunai tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp98 per saham atau Rp3,96 triliun yang telah dibagikan pada 31 Oktober 2024. Sehingga dividen final ASII mencapai Rp12,47 triliun atau Rp308 per saham akan dibayarkan pada 5 Juni 2025.
"Dividen ini akan diberikan kepada para pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 22 Mei 2025 pukul 16.00 WIB," ujar Djony.
Seperti diketahui, dividen per saham ASII untuk tahun buku 2024 ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya atau tahun buku 2023 sebesar Rp519 per saham.
ia menambahkan, pemegang saham juga memberi wewenang kepada Direksi untuk membagikan dividen dan menjalankan semua tindakan administratif yang dibutuhkan. Pembayaran dividen akan tetap mengacu pada ketentuan perpajakan, aturan Bursa Efek Indonesia, dan peraturan pasar modal lainnya.
"Sisa laba bersih sebesar Rp17,61 triliun akan dibukukan sebagai laba ditahan oleh Perseroan," tuturnya.
ASII membukukan laba bersih sebesar Rp34,05 triliun pada tahun 2024, naik tipis 0,62% jika dibandingkan Rp33,83 triliun pada tahun 2023. Kenaikan laba ASII pada tahun 2024 didukung antara lain oleh pendapatan bersih yang tumbuh 4,53% menjadi Rp330,92 triliun pada 2024, dari Rp316,56 triliun pada 2023.
RUPST ASII juga menerima pengunduran diri Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro dari jabatan Komisaris Independen. Perseroan juga menerima pengunduran diri Suparno Djasmin dari posisi Direktur.
Dalam rapat yang sama, Astra memutuskan untuk mengangkat kembali John Raymond Witt dan Stephen Patrick Gore sebagai Komisaris. Perseroan juga menunjuk Rudy sebagai Wakil Presiden Direktur. Keputusan ini berlaku sejak rapat ditutup dan mengikuti ketentuan masa jabatan sesuai Anggaran Dasar Perseroan.
Sehingga, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berubah menjadi sebagai berikut:
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...