back to top
Kamis, Januari 22, 2026
23.9 C
Jakarta

Astra Siapkan Capex Rp25 Triliun, Fokus Kuatkan Bisnis Inti dan Masuk Sektor Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Astra International Tbk (ASII) menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga Rp25 triliun untuk tahun 2025. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan proyeksi awal sebesar Rp28 triliun yang ditetapkan pada akhir tahun lalu.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menjelaskan penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi yang dinamis dan daya beli masyarakat yang masih lemah.

“Sampai Maret 2025, realisasi capex baru mencapai Rp4,5 triliun. Tapi dengan kondisi sekarang, kemungkinan besar total belanja modal tahun ini akan turun jadi Rp25 triliun, bahkan bisa lebih rendah lagi,” ujar Djony, di Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Belanja modal ini akan difokuskan ke sektor-sektor yang menjadi inti bisnis Astra. Beberapa di antaranya adalah otomotif, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, agribisnis, infrastruktur, dan properti.

Menurut Djony, sektor-sektor tersebut menjadi penggerak utama pendapatan Astra karena mampu memberikan kontribusi stabil meski dalam situasi ekonomi yang tidak pasti.

Ia menegaskan Astra juga tetap membuka peluang investasi, tetapi hanya untuk bisnis yang punya keterkaitan erat dengan bisnis inti. Hal ini agar bisa saling menguatkan dan memperluas jangkauan pasar.

“Kita melihat peluang yang berdekatan dengan bisnis inti agar bisa memperkuat posisi kita di pasar,” jelas Djony.

Salah satu langkah konkret yang diambil Astra adalah melepas 40% kepemilikan saham di PT Astra Digital Mobil, induk dari OLX.co.id dan OLXmobbi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penguatan strategi bisnis jangka panjang.

Astra juga menyasar sektor-sektor baru yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan besar di masa depan. Salah satunya adalah layanan kesehatan atau healthcare.

“Astra bisa berkontribusi untuk menciptakan ekosistem layanan kesehatan yang lebih baik bagi rakyat,” ungkap Djony.

Selain itu, diversifikasi bisnis juga dilakukan melalui anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR). UNTR akan semakin fokus ke sektor energi baru dan terbarukan, termasuk panas bumi, hydropower, dan pemasangan panel surya.

Sektor infrastruktur juga tetap menjadi perhatian Astra. Djony menyebut sejak reinvestasi tahun 2005, sektor ini sudah mulai memberikan kontribusi yang signifikan.

“Bisnis-bisnis baru ini harus ditata dengan baik agar bisa menjadi kombinasi kuat dalam portofolio kami,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dana IPO VISI Ludes Rp71 Miliar, Mayoritas Dipakai untuk Modal Kerja

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Satu Visi Putra Tbk (VISI)...

Kepemilikan Danantara di Garuda (GIAA) Melejit Jadi 92,03%, Porsi Trans Airways Menyusut

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Komposisi pemegang saham PT Garuda Indonesia...

SOTS Siap Kuasai 60% Saham Pengelola Desa Kitsune Bali Lewat Rights Issue

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru