STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menyiapkan langkah besar di bisnis infrastruktur. Melalui anak usahanya, PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), perusahaan ini berencana mengambil alih kepemilikan mayoritas di PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).
Corporate Secretary PT Bakrie & Brothers Tbk, Christofer A. Uktolseja, menjelaskan akuisisi akan dilakukan lewat serangkaian transaksi material bernilai triliunan rupiah.
“Perseroan memandang akuisisi CCT merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi di sektor infrastruktur nasional, khususnya jalan tol yang memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Christofer, dalam keterbukaan informasi di laman Bursa, dikutip Kamis (4/9/2025).
Saat ini, BTI menguasai 5% saham CCT atau setara 4 juta lembar saham. Dalam rencana akuisisi, BTI akan membeli 72 juta saham atau 90% saham CCT milik PT Waskita Toll Road (WTR) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Nilai pembelian saham ini mencapai Rp1 triliun.
BTI juga akan mengambil alih piutang WTR dan SMI terhadap CCT senilai Rp2,56 triliun. Setelah transaksi, kepemilikan BTI di CCT naik menjadi 95%. Secara langsung maupun tidak langsung, BNBR akan menguasai 100% CCT.
Total nilai akuisisi mencapai Rp3,56 triliun atau setara 88,42% dari ekuitas BNBR per 31 Maret 2025. Nilai ini membuat BNBR wajib meminta persetujuan rapat umum pemegang saham sesuai aturan OJK.
Selain akuisisi, BTI menyiapkan fasilitas pinjaman untuk CCT. Pinjaman tersebut berupa bridging loan Rp2,7 triliun, pinjaman pemegang saham convertible Rp900 miliar, dan pinjaman operasional Rp100 miliar. Dana bersumber dari fasilitas pinjaman US$312 juta atau sekitar Rp5,14 triliun yang difasilitasi PT Ciptadana Sekuritas Asia.
Christofer mengakui kondisi keuangan CCT masih tertekan. Liabilitas jangka pendek lebih besar dari aset lancar, termasuk pinjaman pemegang saham Rp2,1 triliun yang jatuh tempo pada 2025. Pinjaman ini rencananya akan dikonversi menjadi ekuitas.
“Perseroan meyakini prospek jangka panjang CCT tetap sangat menjanjikan karena dapat menghasilkan recurring income di masa depan,” jelas Christofer.
Tol Cimanggis–Cibitung merupakan bagian dari jaringan Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR 2). Lokasinya strategis di koridor timur Jabodetabek yang berkembang pesat dengan kawasan industri, logistik, dan perumahan.
Untuk memaksimalkan investasi, BNBR akan fokus meningkatkan pendapatan tol dengan menjaga standar layanan, menekan biaya operasional, dan membangun rest area sebagai sumber pendapatan baru.
Manajemen menilai strategi ini akan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang sekaligus memberi nilai tambah bagi pemegang saham.
BNBR akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 September 2025 secara elektronik lewat sistem eASY.KSEI. Persetujuan pemegang saham dibutuhkan untuk meresmikan transaksi ini.
