STOCKWATCH.ID (JAKARTA) —Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat antrean penerbitan surat utang yang cukup padat jelang tutup tahun. Minat korporasi untuk mencari pendanaan melalui Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) masih tinggi. Hingga awal Desember 2025, puluhan emisi siap meluncur ke pasar.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan data terbaru terkait pipeline obligasi. Terdapat 24 emisi yang sedang diproses oleh pihak bursa. Emisi-emisi tersebut berasal dari 18 perusahaan penerbit.
“Sampai dengan 05 December 2025 terdapat 24 emisi dari 18 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” ujar Nyoman di Jakarta, Jumat (6/12/2025).
Nyoman merinci komposisi sektor perusahaan yang mengantre. Sektor Financials atau keuangan mendominasi daftar tunggu. Tercatat ada 6 perusahaan dari sektor ini yang siap menerbitkan surat utang.
Sektor lainnya berbagi porsi yang sama rata. Terdapat masing-masing 3 perusahaan dari sektor Basic Materials, Energy, Infrastructures, serta Properties & Real Estate.
Sementara itu, sektor-sektor lain terpantau kosong dalam antrean EBUS kali ini. Tidak ada perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals, Consumer Non-Cyclicals, Healthcare, Industrials, Technology, maupun Transportation & Logistic.
Dilihat dari persentasenya, sektor Financials menguasai porsi terbesar dalam pipeline yakni mencapai 28,0%. Posisi kedua ditempati oleh sektor Basic Materials dengan porsi 24,0%.
Tiga sektor lainnya, yakni Energy, dan Infrastructures, Properties & Real Estate masing-masing berkontribusi sebesar 16,0% dari total antrean.
Selain data antrean, Nyoman juga membeberkan realisasi penerbitan obligasi sepanjang tahun ini. Nilai dana yang berhasil dihimpun para penerbit surat utang nyaris menembus angka Rp 200 triliun.
“Sedangkan hingga saat ini, telah diterbitkan 166 emisi dari 75 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 198,0 triliun,” pungkasnya.
